Berita Samarinda Terkini

Dugaan Tambang Ilegal di Palaran Samarinda, Modusnya Pura-pura Pematangan Lahan

Penulis: Mohammad Fairoussaniy
Editor: Samir Paturusi
Lokasi pematangan lahan yang diduga dibarengi oleh kegiatan keruk-mengeruk batu bara tanpa izin, Jalan Parikesit 2, Gang Bendahara, RT 43, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY

Tetapi dia menceritakan bahwa jika tidak sampai masuk lokasi yang ditengarai tambang ilegal. 

Dan menunggu rombongan di tepi Jalan Parikesit 2.

Selepas itu dia meminta izin meninggalkan lokasi lantaran adanya keperluan. 

"Saya sudah turun ke lokasi, tetapi memang tidak berbarengan. Mereka (Dinas Pertanahan) kan banyak tempat yang didatangi. Karena saat itu saya ada agenda lapangan lain, makanya saya minta ketemu di lokasi saja tapi ada agenda lain juga, lalu saya izin meninggalkan lokasi, tapi dari pihak kelurahan ada ikut," jelas Rudi Aris.

"Saya cuma di depan saja pas tanjakan (masuk lokasi) di situ tidak ada kegiatan, tetapi tidak tahu kalau di dalam. Saya berpikir karena ada tim Dinas Pertanahan jadi baiknya sama-sama saja untuk memeriksa terkait titik pematangan lahan," imbuhnya. 

Perihal kegiatan, dan segala bentuk keresahan masyarkat sekitar juga sempat disinggung.

Rudi Aris juga mengatakan bahwa sebenarnya sempat melaporkan kegiatan pematangan lahan ke pihak Kelurahan sekitar enam bulan lalu.

Diketahui pelaksana lapangan juga sempat berganti orang. 

"Permohonan dari pemilik tanah untuk persiapan bangun permukiman dan kerjasama dengan pelaksana lapangan. Saat itu upaya lapor sudah berulang-ulang,"

Menyoal lubang galian (tambang) yang ditengarai bekas dikeruk untuk mengambil emas hitam, dia mengaku tidak mengetahuinya. 

Para pemilik lahan hanya melaporkan kegiatan tersebut hanya sebatas pematangan lahan. 

"Sudah meminta ke mereka (pemilik) lahan agar tidak melakukan kegiatan yang bertentangan. Untuk pematangan lahan juga kami minta diurus izinnya," tegasnya. 

Mengenai kepemilikan lahan Rudi Aris membeberkan bahwa dari lahan dengan luas sekitar 1,5 hektar dimiliki oleh tiga orang. 

"Yakni Yadi, Agus serta Imran. Namun, lahan ketiga pemilik ini dikoordinatori oleh sebuah perusahaan," bebernya.

"PT Cahaya Ramadan atau Keshav Timur itu yang jadi koordinator kegiatan. Kalau yang saya dengar itu perusahaan multi usaha, salah satunya dibidang pematangan lahan," sambung Rudi Aris. (*)

Berita tentang Samarinda