PLN UIW Kaltimra

Kebut Pembangunan Jaringan Transmisi Interkoneksi Kaltim-Kaltara, Begini Target PLN

Penulis: Siti Zubaidah
Editor: Fransina Luhukay
General Manager PT PLN (Persero) UIW Kaltimra Saleh Siswanto saat berbincang dengan Tribunkaltim.co di kantornya. Ia didampingi Senior Manajer Perencanaan PLN UIW Kaltimra M Uwaisulqarni, dan Manajer Komunikasi Zulkarnain.

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang berkapasitas besar dan sedang dibangun oleh swasta.

"Di Kaltara, ada di Sungai Kayan -milik swasta Kayan Hydro Energy (KHE)-dan juga PLTA Sungai Mentarang," ungkap General Manager PT PLN (Persero) UIW Kaltimra, Saleh Siswanto, pekan lalu. PLTA Kayan berkapasitas 9.000 megawatt (MW) sedangkan PLTA Sungai Mentarang di Malinau berkapasitas 1.375 MW.

Sementara, saat ini kelistrikan di Provinsi Kaltara masih menggunakan sistem Isolated. Belum terhubung ke transmisi di Provinsi Kaltim. "Sistem Isolated maksudnya masing-masing miliki pembangkit listrik dan penyuplai untuk daerahnya. Di Kaltara saat ini terdapat 50-an pembangkit sistem isolated. Padahal potensi energi dari air sangat melimpah yang dari Kayan dan Mentarang," ujar Saleh Siswanto.

Baca juga: Gunakan Energi Baru Terbarukan, PLN Kaltim Kaltara Siap Beralih ke PLTA

Nantinya, lanjut Saleh Siswanto, PLTA di Kaltara akan menyuplai ke Kaltim setelah terintekoneksi jaringan transmisinya. "Jika PLTA-nya sudah beroperasi, nanti ada transmisi 500 KV atau 500 ribu volt yang akan kami bangun,” ungkapnya.

Hingga kini, jelasnya, di Kaltim sudah terinterkoneksi jaringan transmisinya dengan Provinsi Kalimantan Selatan dan Provinsi Kalimantan Tengah. "Jadi se-Kalimantan ini listrik yang baru terinterkoneksi yakni Kalimantan Tengah, Kalsel, Kaltim dengan sistem transmisi 150 ribu volt. Dimana, pembangkit yang tersebar menyuplai ke transmisi. Kemudian dari jaringan transmisi didistribusi melalui gardu induk. Di Kalsel dan Kaltim total daya yang dikelola dan dioperasikan 1.200-an MW. Sedangkan di Kaltara memang belum terinterkoneksi, namun pembangunan transmisi sedang dikebut sampai ke Kaltara dan terwujud tahun 2023 interkoneksi Kaltim ke Kaltara," bebernya.

Siswanto optimistis, dengan interkoneksi sistem kelistrikan Kaltim ke Kaltara, maka akan lebih andal dan terinterkoneksi cadangan daya sehingga saling menopang. "Jika terjadi trouble pada satu pembangkit atau pemeliharaan satu pembangkit, dapat disuplai oleh pembangkit lain yang tersebar di seluruh Kalimantan," tambahnya.(*)