News Video

NEWS VIDEO Sopir Truk Korban Pungli Mengeluh

Editor: Djohan Nur

Para sopir truk pun harus memutar otak untuk menyiasati perjalanan ke Pelabuhan Tanjung Priok.

Mereka harus menghemat pengeluaran bahkan tak segan untuk menolak pungli.

Baca juga: Bupati Nunukan Asmin Laura Kecam Tindakan Oknum PNS yang Diduga Terlibat Pungli

Namun, konsekuensinya adalah terhambatnya pekerjaan para sopir truk kontainer.

Pungli yang kerap muncul, kata Holil, dimulai saat truk kontainer masuk ke pelabuhan peti kemas.

Petugas di pintu gerbang pelabuhan seringkali mempermainkan dan menerapkan pungli para sopir truk.

Mereka bisa memperlambat akses masuk truk kontainer ke dalam pelabuhan jika tak diberikan uang. Uang yang biasa dipungut sebesar Rp 2.000.

"Sebetulnya itu kita gak mau kasih, tapi itu dia maksa minta. Sistemnya itu yang ga di-enter. Akhirnya terpaksa kita rogoh kocek kita. Tombol OK itu yang jadi penentu," ujar Holil yang juga menjabat sebagai Humas Persatuan Sopir Trailer Tanjung Priok.

Setidaknya, pungli yang harus dikeluarkan oleh para sopir truk paling minimal Rp100.000 setiap kali perjalanan dari keluar garasi hingga kembali ke garasi truk kontainer.

Jika mesti mengantar ke pelabuhan petikemas untuk pengiriman lokal, pungli akan jauh lebih membengkak dibandingkan pengiriman ekspor dan impor.

"Rp 100.000 itu udah ngotot-ngototan supaya enggak kena banyak pungli," kata Holil.

Baca juga: Oknum PNS di Krayan Nunukan Diduga Lakukan Pungli terhadap 3 Pekerja Migran Indonesia

Halaman
123