Euro 2020

Preview Euro 2020 Spanyol vs Swiss, Janji Gila Luis Enrique, Tim Matador Gembira Tak Jumpa Prancis

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Euro 2020 LIVE - Reaksi pemain Spanyol pada akhir pertandingan Grup E UEFA Euro 2020 melawan Polandia di Stadion La Cartuja di Seville, Spanyol, pada Minggu, 20 Juni 2021. Kini Spanyol akan menghadapi Swiss di perempat final Euro 2020

TRIBUNKALTIM.CO - Laga Spanyol vs Swiss akan membuka babak perempat final Euro 2020, Jumat 2 Juli 2020, malam ini.

Diketahui, secara mengejutkan Swiss berhasil mengandaskan tim favorit juara, Prancis via tendangan adu penalti.

Sebelumnya, Swiss berhasil mengejar ketertinggalan atas Prancis dan memaksakan hasil imbang 3-3.

Kini, Swiss yang dijuluki pembunuh raksasa akan berhadapan dengan Spanyol.

Tim Matador yang diawal kompetisi diragukan bakal tampil superior, perlahan menunjukkan jati dirinya.

Kini, Tim Matador menjadi tim yang paling produktif di gelaran Euro 2020.

Baca juga: Live TV Online Euro 2020 Italia vs Belgia, 5 Prediksi Skor, Susunan Pemain, Gli Azzuri Diunggulkan

Pelatih Spanyol, Luis Enrique berjanji menyuguhkan permainan gila kala timnya bersua Swiss malam nanti.

Sebelumnya, Spanyol berhasil menumbangkan Kroasia di babak 16 besar.

Duel sengit antara Swiss Vs Spanyol akan tersaji di babak perempat final Euro 2020, Jumat (2/7/2021) pukul 23.00 WIB.

Baik Spanyol maupun Swiss sama-sama berhak percaya diri bakal jadi pemenang dalam duel yang digelar di Stadion St Petersburg itu.

Tim Matador jadi tim tersubur dengan sebelas gol sejauh ini, sedang La Nati baru saja menjungkalkan juara Piala Dunia 2018, Prancis.

Sempat terseok-seok di dua laga awal penyisihan grup dengan imbang 0-0 kontra Swedia, dan 1-1 kontra Polandia, la Furia Roja kemudian tancap gas.

"Tutup sampanye telah terlepas," istilah dari pelatih Luis Enrique.

Matador kemudian menggunduli Slowakia 5-0, dan menggilas Kroasia 3-5 di babak 16 besar.

Spanyol pun menorehkan sejarah sebagai tim pertama dalam sejarah Euro yang mencetak lima gol dalam dua laga beruntun.

Membuktikan bahwa mereka kini jadi mesin gol.

Hebatnya lagi, gol itu dibagi cukup merata, tak terpusat hanya pada satu pemain yang mengindikasikan mereka adalah tim yang solid, bukan mengandalkan performa seorang pemain bintang.

Sebelas gol itu lahir dari enam pemain.

Hanya saja, patut digaris-bawahi, langkah Matador ke perempatfinal ini tak lepas dari peran luar biasa Ferran Torres.

Penyerang sayap Manchester City ini mendapatkan nilai tinggi 9,05 dari situs WhoScored lantaran perannya secara menyeluruh untuk tim.

Winger berusia 21 tahun ini memberikan assist pertamanya di turnamen, yang dieksekusi oleh Cesar Azpilicueta, dalam kemenangan 5-3 atas Kroasia.

Baca juga: Jadwal Euro 2021 Malam Ini, Ujian Sesungguhnya Bagi Italia, Swiss Bersiap Bikin Kejutan Lagi

Assist Torres lahir dari empat umpan kunci yang dikreasinya -- tidak ada pemain yang membuat lebih banyak darinya di babak 16 besar.

Dan di 13 menit tersisa, Torres pun mencetak gol keduanya di Euro 2020.

Para pendukung Spanyol pun semakin bergembira saat mengetahui calon lawan mereka di perempatfinal adalah Swiss, dan bukannya Prancis.

Secara mengejutkan, La Nati comeback setelah tertinggal 1-3, dan kemudian menang lewat adu penalti.

Swiss memang tak punya pemain menonjol seperti Antoine Griezmann, Karim Benzema, atau Kylian Mbappe dari Prancis.

Tapi Spanyol harus bersiap melakoni malam yang panjang, dan melelahkan melawan tim La Nati yang penuh disiplin di bawah asuhan Vladimir Petkovic.

Dan, pola permainan rapi, disiplin, cenderung bertahan seperti itulah yang justru dibenci oleh Matador.

Apalagi Petkovic siap untuk main 120 persen seperti saat melawan Prancis.

"Duel melawan Prancis hampir terlalu emosional. Semua pemain saya memberikan 120 persen.

Itu mungkin salah satu permainan terbaik tim saya.

Kami akan membutuhkan penampilan serupa melawan Spanyol di perempat final," ujarnya.

Skuad asuhan Luis Enrique ini dibuat frustrasi menghadapi pola bertahan yang diterapkan Swedia, dan Polandia di penyisihan grup terdahulu.

"Melawan tim yang duduk diam bertahan adalah hal tersulit dalam sepak bola," kata Enrique.

Meski demikian, Enrique siap untuk main gila-gilaan demi lolos ke final.

"Saya siap untuk bermain gila-gilaan lagi seperti saat mengalahkan Kroasia 5-3.

Kami akan tetap bermain dengan cara yang sama.

Tak akan main bola-bola panjang, tak akan main bertahan.
Kami hanya akan berusaha menguasai bola selama mungkin, dan bermain," ujarnya.

Untungnya, di atas kertas, Swiss tak punya pertahanan yang terlalu tangguh.

Terbukti setelah mereka kebobolan delapan gol dalam empat pertandingan.

Gawatnya lagi, mereka kehilangan gelandang sentral pengatur keseimbangan, Granit Xhaka. Kapten Swiss ini terkena akumulasi kartu hingga tak boleh bermain.

Formasi 3-4-1-2 yang diterapkan Petkovic bisa membuat mereka ekstra bertahan menjadi 5-3-2, dan itu bakal membuat para penyerang Spanyol kehilangan ruang di sepertiga akhir.

Ujung tombak Swiss, Haris Seferovic sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman untuk skema umpan silang dari sayap.

Bek jangkung ini mencetak dua gol lewat sundulan kontra Prancis.

Dan itu menjadi ancaman serius untuk duo bek tengah Spanyol, Aymeric Laporte, dan Pau Torres yang nilainya dalam urusan duel udara tak terlalu bagus.

Sebelumnya, gawang Spanyol dibobol lewat skema sundulan oleh duo penyerang jangkung, Robert Lewandowski dari Polandia, dan Mario Pasalic dari Kroasia.

Menurut Kiper Spanyol, Unai Simon, Swiss sama berbahayanya, seperti juga Prancis.

“Ini perempat final, kami tidak bergantung pada lawan kami, kami bergantung pada diri kami sendiri.

Kami bermain untuk memenangkan Euro ini dan kami tidak keberatan siapa pun lawan kami.

Baca juga: Jadwal EURO 2021 Malam Ini, Perempat Final Digelar Jumat 2 Juli 2021, Swiss vs Spanyol jadi Pembuka

Untuk bisa juara, kami harus menghadapi tim terbaik, " ujarnya kepada wartawan dikutip dari Reuters.

Simon membuat gol bunuh diri fatal kontra Kroasia.

Umpan balik dari Pedri gagal ditahan dengan kakinya, yang menjadi gol bunuh diri dari jarak terjauh dalam sejarah Euro.

Namun, menurutnya karakter juara dari tim telah membuat mereka bisa bangkit dari gol bunuh diri itu, dan memukul balik Kroasia.

“Para veteran selalu memberi tahu kami bahwa turnamen besar dimenangkan oleh tim, bukan seorang pemain, dan kami adalah tim."

"Saya tidak tahu seberapa jauh kami akan melangkah, tetapi semua orang dapat melihat betapa bersatunya kami," ujarnya.

(*)

Artikel ini telah tayang dengan judul Swiss Vs Spanyol Euro 2020, Luis Enrique Bakal Main Gila-gilaan: Tak akan Main Bertahan, https://wow.tribunnews.com/2021/07/02/swiss-vs-spanyol-euro-2020-luis-enrique-bakal-main-gila-gilaan-tak-akan-main-bertahan?page=all.