Berita Bontang Terkini

Nasrullah Dicopot dari Jabatannya sebagai Ketua Bawaslu Bontang

Penulis: Ismail Usman
Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Nasrullah, yang dicopot dari jabatannya sebagai pimpinan sebagai Ketua Bawaslu Bontang.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Posisi Nasrullah, sebagai Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang periode 2018-2023, berakhir lebih cepat.

Keputusan demosi itu tertuang di dalam Surat Ketua Bawaslu Provinsi Kalimantan Timur Nomor 107/KP.08.03/K.KI/7/2021 tertanggal 8 Juli 2021.

Di dalam surat itu, pimpinan Bawaslu Kaltim mengamanatkan tiga perintah.

Satu di antaranya menurunkan Nasrullah dari pucuk pimpinan.

Baca juga: Bawaslu Bontang Sulit Tindak Pelaku Politik Uang, Agus: Ibarat Kentut, Bau Ada tapi Sulit Ditemukan

Alasan Nasrullah didepak dari kursi pucuk pimpinan, lantaran terbukti berafiliasi ke salah satu organisasi masyarakat di Kalimantan Timur.

Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul Bachtiar, menjelaskan, ganjaran sanksi kepada komisioner itu bukti tuntutan independensi di lingkungan Bawaslu.

"Kita ingin membuktikan bahwa kalau menjadi anggota bawaslu, harus netral dan terlihat netral," kata Saipul, saat dihubungi TribunKaltim.co melalui sambungan telepon selulernya.

Sebenarnya, ada dua nama komisioner Bawaslu yang mendapatan ganjaran sanksi.

Baca juga: Bawaslu Bontang Temukan Pelanggaran Saat Pemungutan Suara, Namun tak Akan Ubah Hasil Pilkada 2020

Salah satunya, Agus Susanto, Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga.

Nama Agus Susanto juga ditemukan masuk dalam dapur redaksi, salah satu perusahaan media.

Namun hukuman yang dilayangkan ke Agus Susanto lebih ringan ketimbang Nasrullah.

Bukan tanpa sebab, ganjaran sanksi yang diberikan tentunya menyesuaikan tingkat pelanggarannya.

Baca juga: Dua Kepala Dinas Dilaporkan ke Bawaslu Bontang, Diduga Tak Netral dan Salahgunakan Wewenang

Alasan Nasrullah diganjar hukuman berat, lantaran telah mendapat dua kali surat teguran.

"Sebelumnya, Nasrullah memang sudah perna hmendapat teguran. Terus dia juga berafiliasi sama ormas. Beda dengan Agus Susanto," terangnya.

"Kita juga tidak ingin ketua ini mendua, karena dia simbol bawaslu. Kita tidak ingin ketua itu pernah memegang ormas tertentu. Walaupun cuma sebentar," sambungnya.

Dikonfirmasi terpisah, Nasrullah mengakui, jika hasil keputusan pleno komisioner Bawaslu Bontang mengharuskan dirinya mundur dari pucuk pimpinan, Selasa 13 Juli 2021.

Juni jadi Ketua Ormas

Keikutsertaannya dalam organisasi masyarakat yang dialamatkan ke dirinya itu pun tak bisa ditampik.

Tentu saja, estafet kepemimpinanya itu terpaksa dilanjut ke komisioner lain, Aldy Altrian.

Nasrullah menceritakan, awal Juni lalu ia didapuk sebagai Ketua Paguyuban Tosan Aji Bessai Berinta, organisasi mayarakat yang bergerak dalam pelestarian benda pusaka budaya.

Dasuki, Ketua Ikapakarti Bontang yang melantiknya saat itu di Lamin Etam Kodim 0908 Bontang.

Baca juga: Bawaslu Bontang Pastikan Seluruh Anggotanya Bebas dari Virus Corona

Kabar pelantikan itu sampai ke telinga, Pimpinan Bawaslu Kaltim.

Otoritas pengawas pemilu ini langsung mengambil sikap.

Berselang 20 hari kemudian, Nasrul memutuskan mundur dari Ketua Ormas yang masih berumur jagung itu.

"Saya mengundurkan diri dari Panji Beber. SK pengukuhan juga sudah tidak ada nama saya. Suratnya juga sudah saya laporkan ke komisioner Bawaslu Kaltim saat klarifikasi," katanya. (*)