Virus Corona

Kesalahan Fatal Ini Bisa Berakibat Kematian Saat Isolasi Mandiri Covid-19, Inilah Anjuran dari IDI

Editor: Christoper Desmawangga
MENINGGAL - Unit Inafis Sat Reskrim Polresta Samarinda melakukan identifikasi ditubuh Choirul Huda (43) warga Gresik Jawa Timur yang ditemukan tergeletak tak bernyawa, di pelataran salah satu hotel di Samarinda, Rabu (21/7/2021). Polisi membeberkan, pria yang meninggal ini sedang menjalani isolasi mandiri.

TRIBUNKALTIM.CO - Mengganasnya pandemi Covid-19 mengakibatkan melonjaknya angka kasus positif, termasuk angka kematian di Indonesia.

Hal itu jugalah yang membuat berbagai rumah sakit di Indonesia kewalahan menampung pasien Covid-19.

Daya tampung yang terbatas, membuat sejumlah rumah sakit terpaksa tidak menerima masyarakat yang terpapar Covid-19.

Berbeda dengan warga yang memiliki gejala, bagi warga yang tidak bergejal atau OTG, hanya diwajibkan untuk menjalani isolasi mandiri (Isoman).

Kendati demikian, sejumlah faktor harus tetap diperhatikan oleh masyarakat yang menjalani isolasi mandiri, agar masa penyembuhannya dapat berjalan lancar.

Baca juga: 3 Kelurahan Zona Merah Covid-19 di Bontang Terendam Banjir, Warga Isolasi Mandiri jadi Perhatian

Tak sedikit mereka yang menjalani isolasi mandiri mengalami hal fatal, berujung kematian.

Kasus kematian pasien positif Covid-19 ketika menjalani isolasi mandiri semacam ini juga terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Peristiwa terakhir terjadi pada anggota DPRD Jember periode 2004 - 2009 Sanusi Muhtar Fadilah, Minggu (18/7/2021).

Sanusi ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Dusun Damsaola, Desa Tegalrejo, Kecamatan Mayang.

Ketika itu Sanusi sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) setelah pada 10 Juli diketahui positif Covid dari hasil swab test.

Baca juga: Kisah Bocah di Kutai Barat jadi Yatim Piatu, Usai Kedua Orangtuanya Meninggal Terpapar Covid-19

Halaman
1234