Virus Corona di Kubar

Ratapan Bocah Yatim Piatu Sebatang Kara Akibat Covid-19, "Kenapa Bapak dan Mama Cepat Pergi?” 

Penulis: Febriawan
Editor: Adhinata Kusuma
Vino saat berjemur di teras rumahnya yang terletak di RT 04 Kampung Purworejo, Kecamatan Tering, Kutai Barat, Jumat (23/7/2021).

Margono menceritakan, almarhum Lina saat itu sedang mengandung 5 bulan.

Sementara suaminya, selama berprofesi sebagai penjual pentol keliling di seputaran kampung Muara Asa Barong Tongkok.

Saat menjalani isolasi mandiri bertiga, kondisi kesehatan orang tua Vino memburuk.

Mereka pun dirujuk ke RS HIS, sebab, ibu Vino diketahui memiliki penyakit penyerta asthma.

"Informasinya Lina ini ada penyakit asma, dan memang tidak banyak diketahui sebelumnya," ungkap Margono kepada TribunKaltim.co.

Baca juga: Kisah Bocah di Kutai Barat jadi Yatim Piatu, Usai Kedua Orangtuanya Meninggal Terpapar Covid-19

"Duluan Lina dirawat di rumah sakit dijemput petugas medis pada 14 Juli. Kemudian adik saya, Kino. Dalam perawatan, Lina meninggal 19 Juli, adik saya sehari kemudian 20 Juli. Pas hari raya Iduladha kemarin," sambungnya.

Tak hanya ibu dan ayahnya, dari hasil swab PCR, sang anak pun terkonfirmasi positif Covid-19.

Vino pun harus menjalani isolasi mandiri hingga 26 Juli 2021 mendatang.

Sepeninggal orang tua, Vino yang sebatang kara terpaksa diisolasi di rumah sendiri.

"Sampai aman nanti tanggal 26 Juli. Jadi Vino isolasi mandiri sendiri di rumah, depan televisi. Tapi kami, keluarga dan tetangga tidur di teras depan rumah, selalu menjaga," ungkap Margono sedih.

Halaman
123