Berita Viral

Anak Anggota DPRD Samarinda Acungkan Jari Tengah Cafenya Kena Razia PPKM, Ayah Salahkan Satpol PP

Petugas saat mengimbau prokes dan instruksi terbaru Walikota Samarinda, diacungkan jari tengah oleh satu pemuda di kafe kawasan Voorvo, Selasa (27/7/2021) malam. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY

Kecuali dalam rumus bahasa Indonesia dikategorikan itu sebuah pelanggaran.

Kan biasa aja itu anak-anak," imbuhnya.

Dirinya pun menegaskan, bahwa prokes di cafe itu telah dijalankan dan sebenarnya Satpol PP lah yang bergelombol yang datang beberapa truk.

Sehingga siapa sebenarnya yang membuat kerumunan itu.

"Seharusnya katanya ada etika persuasif, mereka bukan penjahat, itukan mengikuti pemerintah.

Adapun ada kekeliruan dikasih taulah," ucapnya.

Baca juga: Aturan Naik Pesawat, Kapal Laut, dan KRL, Imbas PPKM Level 3 dan 4, Berlaku Mulai 26 Juli 2021

Respon Satpol PP

Operasi yustisi yang digelar petugas TNI-Polri, Satpol-PP, BPBD, Kecamatan dan Kelurahan di Kawasan Voorvo Samarinda, diwarnai aksi tak terpuji di salah satu kafe.

Terlihat dua pemuda di cafe yang terletak di Kecamatan Samarinda Ulu ini malah mengacungkan jari tengah kepada petugas.

Dan aksinya tertangkap oleh kamera petugas gabungan yang hadir.

Ananta Diro, Kasubbag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Samarinda saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Dia juga menjelaskan seluruh kafe di kawasan Voorvo sejatinya kooperatif, meski diwarnai tindakan tak terpuji dari pemuda di kafe tersebut.

"Alhamdulillah semua pemilik warung dan kafe sudah kooperatif.

Yang di Voorvo juga kooperatif, tapi insiden itu (acungan jari tengah) ya kami maklumi karena masih anak-anak.
Semoga saja tidak terulang lagi," tegasnya, Selasa (27/7/2021) malam.

Saat ditelisik lebih jauh, Ananta Diro menyampaikan bahwa saat itu petugas tengah melakukan imbauan prokes dan tidak bermaksud menutup kafe tersebut.

"Kejadiannya itu, fakta di lapangan di tempat tersebut terjadi kerumunan.

Makanya kami singgah dan memberikan imbauan atas instruksi Walikota Nomor 4 tahun 2021 dengan level 4.
Bahwa untuk kafe dan warung makan itu kapasitasnya 25 persen," bebernya.

"Sebenarnya tadi mereka itu cukup saja 25 persen, hanya terjadi kerumunan konsumen makanya kami singgahi.
Tadi sudah saya imbau kepada pemilik usaha agar setiap meja disediakan dua kursi saja.

Tidak boleh lebih.

Kalau dua kursi dengan kapasitas begitu pasti terpenuhi 25 persen," sambung Ananta Diro. 

Mengenai aturan yang diterapkan Walikota Samarinda Andi Harun teranyar, masyarakat boleh berada di warung, kafe dan restoran tetapi tak bisa berlama-lama agar tidak terjadi kerumunan.

Kafe yang didatangi petugas gabungan terlihat berkerumun dan para konsumen menetap tanpa ada jarak satu sama lain.

"Iya mereka nongkrong.

Seharusnya sesuai instruksi nomor 4 itu tidak apa dine in, tapi waktunya hanya 25 menit.

Makanya tadi kami berikan imbauan, dan masih diberikan toleransi utamanya terkait kapasitas pengunjung," tegas Ananta Diro.

"Itu tadi kegiatan kami jam 10 malam.

Memang sudah melewati batas jam operasional.

Kalau sesuai instruksi Walikota Nomor 3 memang jam operasional itu hanya sampai pukul 21.00 Wita.

Kalau kita menganut landasan hukum itu, dia sudah melanggar," imbuhnya.

Baca juga: Dibandingkan dengan Preman, Satpol PP Diminta tak Lakukan Kekerasan dalam Menegakkan Aturan PPKM

Terkait masih terjadinya pelanggaran di sejumlah titik kawasan Kecamatan Samarinda Ulu khususnya kafe, pihaknya juga akan meneruskan ke Satgas Covid-19 Kecamatan agar memantau dan mempertegas agar tidak lagi terjadi pelanggaran.

Dari data yang tercatat di Kecamatan Samarinda Ulu, ada 84 titik kafe yang berada di kawasan tersebut dan hal ini pasti butuh ekstra mengawasi, termasuk operasi yustisi gabungan seperti yang dilakukan pada malam ini.

"Kalau masih melanggar mereka akan ditindaklanjuti melalui Satgas Covid-19 di masing-masing kecamatan.
Untuk memantau semua cafe di kawasannya, utamanya di Kecamatan Samarinda Ulu.

Jadi tadi menyambangi titik-titik mana yang tidak mengindahkan peraturan, Samarinda Ulu memang kafe dan tempat makan jumlahnya cukup banyak," pungkasnya. (*)