Berita Nasional Terkini

INILAH Syarat Penerbangan Terbaru Lion Air, Garuda, Sriwijaya Air dan Aturan Perjalanan PPKM Level 4

Editor: Doan Pardede
SYARAT PENERBANGAN TERBARU - Lihat syarat penerbangan terbaru Lion Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan aturan perjalanan PPKM Level 4 di dalam artikel

Lion Air Group menghadirkan layanan tes PCR yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Sumatera Utara.

Adanya layanan tes PCR ini bertujuan mempermudah calon penumpang Lion Air Group dalam memenuhi syarat dokumen perjalanan udara.

Seperti diketahui, industri penerbangan menerapkan sejumlah syarat dokumen bagi para penumpang pesawat.

Selain pilihan rapid tes antigen dan kartu vaksin, tes PCR juga menjadi salah satu syarat untuk terbang ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Melansir akun Instagram @lionairgroup, layanan tes PCR dari Lion Air Group dibanderol dengan tarif Rp 475.000.

Layanan tersebut hanya berlaku khusus untuk penumpang yang akan melakukan perjalanan dengan Lion Air Group.

Hingga kini, total ada 12 titik layanan tes PCR dari Lion Air Group yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Sumatera Utara.

Berikut daftar lokasinya:

1. Lokasi di Jabodetabek

RS Kartika Pulo Mas

RS Ibu & Anak Ibnu Sin

RS Melia

RS Islam Asshobirin

RS Asri Medic

Klinik Pratama IRAS

KPH Laboratorium Service Point Ramani

KPH Laboratorium Service Point Lab Meruya

KPH Laboratorium Service Point GRHA Asia Utama

KPH Laboratorium Service Point Kanomas Raden Saleh

2. Lokasi di Sumatera Utara

RS Umum Siti Hajar

RS Rasyida Siantar

Syarat dan Ketentuan

Untuk menikmati layanan tes PCR dari Lion Group, ada sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

Berikut syarat dan ketentuannya:

1. Mempunyai tiket penerbangan Lion Air Group (Lion Air, Wings Air, Batik Air).

2. Pembelian voucher tes PCR dapat dilakukan saat reservasi tiket maupun setelah reservasi tiket melalui call center, kantor penjualan, Lion Air Group, laman web resmi, serta agen penjualan.

3. Pengambilan sampe PCR minimal 24 jam sebelum keberangkatan, jika kurang dari 24 sebelum keberangkatan maka voucher tidak berlaku.

Aturan dan Syarat Penerbangan terbaru Sriwijaya Air

Maskapai penerbangan Sriwijaya Air mengumumkan syarat penerbangan terbaru selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Syarat penerbangan terbaru bagi penumpang Sriwijaya Air ini mengacu pada Surat Edaran No 16 Tahun 2021 Tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Dengan diberlakukannya syarat penerbangan terbaru ini, ada sejumlah hal yang mesti diperhatikan para penumpang Sriwijaya Air yang hendak melakukan perjalanan ke daerah yang ditetapkan dalam kategori PPKM Level 1, 2, 3 dan 4.

Dilansir dari akun Instagram resmi @sriwijayaair, Sabtu (31/7/2021), berikut syarat penerbangan terbaru Sriwijaya Air:

1. Bagi penumpang yang akan melakukan perjalanan wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 6M yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas dan menghindari makan bersama.

2. Pelaku perjalanan dengan transportasi udara dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta daerah yang ditetapkan dengan kategori PPKM Level 3 dan 4 wajib menyertakan:

- Kartu vaksin (minimal dosis pertama)

- Surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

3. Pelaku perjalanan dengan transportasi udara dari dan ke daerah dengan kategori PPKM Level 1 dan 2 wajib menyertakan:

- Hasil negatif RT-PCR atau hasil negatif Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Bagi ibu hamil yang belum diperbolehkan vaksin wajib melampirkan surat keterangan dari dokter spesialis.

Selain itu, bagi penumpang anak-anak di bawah usia 12 tahun masih dibatasi untuk sementara waktu.

Sriwijaya Air & NAM Air Sediakan Swab Tes PCR di Jakarta hingga Makassar
Layanan swab tes PCR Sriwijaya Air dan NAM Air ini hadir di beberapa kota di Indonesia.

Mulai dari Jakarta, Tangerang, Semarang, Surabaya dan Makassar.

Untuk harga yang ditawarkan yakni Rp 550 ribu dengan pembelian swab tes PCR hanya di Kantor Perwakilan Sriwijaya Air.

Harga tersebut hanya berlaku khusus penumpang maskapai Sriwijaya Air dan NAM Air.

Penumpang yang melakukan swab tes PCR akan mendapatkan hasil pemeriksaan satu hari.

Dilansir dari akun Instagram resmi Sriwijaya Air, @sriwijayaair, berikut lokasi swab tes PCR yang disediakan Sriwijaya Air dan NAM Air:

Jakarta

1. Lab Swabaja Sunda Kelapa

Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat

Jam operasional: setiap hari pukul 09.00-21.00 WIB

2. Lab Swabaja Golden Kemayoran

Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat

Jam opeasional: Senin-Sabtu pukul 10.00-18.00 WIB

3. Lab Swabaja Kelapa Gading

Ruko Boulevard Barat Blok L4 No 12, Jakarta Utara

Jam operasional: setiap hari pukul 09.00-19.00 WIB

4. Lab Swabaja Terogong

Jalan Terogong Raya No 35, Pondok Indah, Jakarta Selatan

Jam operasional: Senin-Sabtu pukul 09.00-19.00 WIB

Tangerang

1. Lab Swabaja Tangerang City

Ruko Tangerang City Business Park Blok D No 7 Jalan Jenderal Sudirman, Tangerang

Jam operasional: Senin-Sabtu pukul 10.00-18.00 WIB

2. Lab Swabaja Gading Serpong

Ruko Times Square Unit 80218 Jalan Boulevard Andalucia, Gading Serpong, Tangerang

Jam operasional: Senin-Sabtu pukul 09.30-17.30 WIB

Layanan swab tes PCR yang disediakan Sriwijaya Air dan NAM Air. (Instagram/@sriwijayaair)
Semarang

Sriwijaya Distrik Semarang

Ruko Peterongan Plaza A-6 Jalan MT. Haryono No 79

Jam operasional: Senin-Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB

Surabaya

Sriwijaya Air Distrik Surabaya

Ruko Icon 21 Kavling 33S Jalan Dr. Ir. Soekarno

Jam operasional: Senin-Jumat pukul 08.00-17.00 WIB, Sabtu pukul 08.00-13.00 WIB

Makassar

Sriwijaya Air Distrik Makassar

Jalan Boulevard Raya No 6-7 Panakkukang Mas

Jam operasional: Senin-Jumat pukul 09.00-16.00 WIB, Sabtu pukul 10.00-14.00 WIB

Aturan dan Syarat Penerbangan terbaru Garuda Indonesia

Garuda Indonesia menerapkan syarat penerbangan terbaru bagi para pelaku perjalanan domestik.

Aturan tersebut bertujuan untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait implementasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4.

Melansir akun Instagram @garuda.indonesia, syarat penerbangan terbaru Garuda Indonesia telah berlaku sejak 26 Juli 2021.

Menurut keterangan unggahan, calon penumpang yang terbang dari/menuju wilayah PPKM Level 3 dan 4 wajib menyertakan sertifikat vaksin (minimal dosis pertama).

Selain itu, calon penumpang juga wajib menunjukkan hasil tes RT-PCR maskimal 2x24 jam sejak pengambilan sampel

Mengutip TribunTravel.com di artikel berjudul Syarat Penerbangan Terbaru Garuda Indonesia Selama Masa PPKM Level 1-4, kedua syarat tersebut wajib dipenuhi bagi para penumpang yang terbang dari/menuju wilayah berikut:

PPKM Level 4

• Pulau Jawa
• Pulau Bali
• Balikpapan
• Banjarmasin
• Batam
• Bengkulu
• Berau
• Jambi
• Jayapura
• Kupang
• Lombok
• Makassar
• Merauke
• Mimika
• Palembang
• Palu
• Pekanbaru
• Samarinda
• Sorong
• Tanjung Pinang
• Tanjung Pandan
• Tarakan

PPKM Level 3

• Ambon
• Biak
• Gorontalo
• Gunungsitoli
• Kendari
• Lampung
• Mamuju
• Manado
• Manokwari
• Medan
• Nabire
• Padang
• Palangkaraya
• Pangkal Pinang
• Pontianak
• Sibolga
• Ternate
• Labuan Bajo

Jika di wilayah keberangkatan tidak ada fasilitas tes RT-PCR yang dapat menerbitkan hasil dengan waktu singkat, harap memastikan kebijakan otoritas bandara keberangkatan.

Khusus untuk wilayah Bali, Palangkaraya dan Pontianak, hasil tes harus memiliki barcode.

Sedangkan untuk wilayah Sorong, Nabire dan Manokwari, harus ada surat izin perjalanan/ SIKM.

Sementara itu, bagi penumpang yang terbang dari/menuju wilayah PPKM level 2 wajib menyertakan hasil tes RT-PCR atau rapid antigen maksimal 2x24 jam dari pengambilan sampel.

Hanya ada satu wilayah PPKM Level 2 yang tercantum dalam layanan penerbangan Garuda Indonesia, yakni wilayah Aceh.

Perlu dicatat, seluruh hasil tes Covid-19 wajib diterbitkan oleh fasilitas yang terdaftar di keputusan Kementerian Kesehatan RI, cek di sini.

Tak hanya itu, seluruh penumpang juga wajib mengisi e-HAC.

Untuk cek persyaratan lebih lengkapnya, kamu bisa berkunjung ke laman ini.

Syarat Penerbangan Terbaru, Bandara Wajibkan Ada Aplikasi PeduliLindungi

Mengutip kompas.tv, Bandara PT Angkasa Pura II (Persero) mewajibkan calon penumpang pesawat untuk menggunakan aplikasi "PeduliLindungi" sebagai syarat keberangkatan penerbangan.

Ketentuan tersebut mulai berlaku pada Minggu, 1 Agustus 2021.

Hal itu sesuai dalam Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor 847/2021 tentang Digitalisasi Dokumen Kesehatan Bagi Pengguna Transportasi Udara yang Terintegrasi Dengan Aplikasi "PeduliLindungi".

Sebelumnya, penggunaan aplikasi "PeduliLindungi" untuk memproses keberangkatan sudah diterapkan sejak Juli 2021 di bandara AP II dalam rangka familiarisasi. Pada periode familiarisasi tersebut, tercatat jumlah pengguna "PeduliLindungi" untuk memproses keberangkatan di bandara AP II mencapai sekitar 8.000 penumpang pesawat.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, setelah periode familiarisasi maka kini bandara-bandara perseroan siap menerapkan secara penuh SE Nomor 847/2021.

“PeduliLindungi memastikan proses validasi dokumen kesehatan penumpang pesawat di bandara dilakukan secara digital sehingga lebih aman, cepat, mudah dan sangat mendukung protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19,” terang Muhammad Awaluddin melalui siaran persnya, Minggu (1/7/2021).

Lebih lanjut, Muhammad Awaluddin menerangkan, "PeduliLindungi" akan menjadi aplikasi yang penting dimiliki untuk calon penumpang pesawat di tengah kondisi pandemi ini.

Di bandara AP II, aplikasi "PeduliLindungi" akan berfungsi sebagai Terminal Access Control, Check-in Counter Access Control, dan Health Validation Process Control.

Menyusul hal tersebut maka calon penumpang di bandara AP II harus menggunakan aplikasi "PeduliLindungi" untuk memproses keberangkatan.

Adapun manfaat bagi calon penumpang pesawat dengan menggunakan "PeduliLindungi" ini, yaitu proses keberangkatan dapat dilakukan jauh lebih sederhana, meminimalkan kontak fisik, dan menjadi semakin mudah karena tidak harus membawa dokumen kertas hasil tes Covid-19 atau kartu vaksinasi.

Calon penumpang pesawat cukup menunjukkan QR Code yang ada di aplikasi "PeduliLindungi" di konter check-in.

Setelah itu, akan ada notifikasi kepada petugas check-in, apakah calon penumpang sudah memenuhi persyaratan dokumen kesehatan atau belum.

Di samping itu, setiap calon penumpang pesawat yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 juga otomatis akan langsung mendapat kartu vaksinasi digital di akun PeduliLindungi.

Menyusul kewajiban penggunaan "PeduliLindungi", bandara AP II membuat titik check point yang menyediakan QR Code Reader untuk memindai QR Code PeduliLindungi calon penumpang.

Apabila setelah dipindai akun "PeduliLindungi" sudah bisa digunakan untuk memproses keberangkatan, maka calon penumpang melanjutkan proses ke konter check-in.

Jika belum, maka calon penumpang pesawat harus memvalidasi dokumen kesehatan di meja KKP Kementerian Kesehatan di terminal.

Calon penumpang pesawat juga bisa melakukan pengecekan mandiri melalui situs http://cekmandiri.pedulindungi.id untuk melihat status atau kelengkapan dokumen kesehatan digital miliknya.

Aturan Perjalanan PPKM Level 4

Dengan adanya perpanjangan PPKM Level 4, otomatis syarat dan aturan perjalanan, terutama untuk sektor transportasi darat, masih berlaku yang mengacu pada Surat Edaran (SE) 56 Tahun 2021 Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

"Sementara masih sama, mengacu pada SE yang ada (56). Tapi kalau ada perubahan akan tergantung dari SE Satgas Covid-19," ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, saat dihubungi Kompas.com, Senin (2/8/2021).

Seperti diketahui, dalam SE 56 aturan perjalanan dengan transportasi darat, untuk perjalanan di Pulau Jawa dan Bali, kurang lebih masih sama dengan sebelumnya.

Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi darat, baik pribadi dan umum, sampai angkutan penyeberangan dari dan ke Pulau Jawa dan Pulau Bali, serta daerah yang ditetapkan kategori PPKM Level 3 dan Level 4, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan hasil tes RT-PCR maksimal 2x24 jam, atau Rapid Test Antigen maksimal 1x24 jam.

Saat PPKM Level 4 Sedangkan perjalanan di daerah dengan kategori PPKM level 1 dan level 2, wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan, atau Antigen maksimal 1x24 jam.

Sementara untuk kartu vaksin sendiri tak dicantumkan.

Bagi perjalanan rutin di wilayah aglomerasi layaknya Jabodetabek, hanya diizinkan bagi pekerja sektor esensial dan kritikal.

Syarat hasil tes negatif tak menjadi keharusan, namun wajib mengantongi Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau Surat Keterangan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah.

Bisa juga surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

Tak hanya itu, SE 56 juga mengatur soal pembatasan terkait penumpang yang diterapkan baik untuk mobil pribadi dan transportasi umum dengan ketentuan sebagai berikut ;

1. Maksimal kapasitas 50 persen dari jumlah kapasitas tempat duduk untuk daerah di Pulau Jawa dan Pulau Bali dengan kategori PPKM Level 4.

2. Maksimal kapasitas 70 persen dari jumlah kapasitas tempat duduk untuk daerah di Pulau Jawa dan Pulau Bali dengan kategori PPKM Level 3.

3. Maksimal kapasitas 70 persen dari jumlah kapasitas tempat duduk untuk daerah di luar Pulau Jawa dan Pulau Bali dengan kategori PPKM Level

4. Berkendara di Ibu Kota

Pemerintah melalui Satgas COVID-19 dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menerbitkan aturan perjalanan dalam negeri, yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas COVID-19 Nomor 16 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Kemenhub Nomor 56 Tahun 2021.

Dalam aturan tersebut, salah satunya memuat tentang aturan perjalanan di wilayah aglomerasi, seperti Jakarta dan sekitarnya.

Pada kedua Surat Edaran tersebut dijelaskan, khusus masyarakat yang melakukan perjalanan rutin dengan moda transportasi darat di wilayah aglomerasi, tidak diwajibkan menunjukkan hasil negatif Covid-19 berbasis PCR atau rapid antigen.

Sebagai gantinya, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan hanya diwajibkan menunjukkan Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau Surat Keterangan Perjalanan lainnya.

"Untuk pelaku perjalanan rutin di wilayah aglomerasi wajib membawa dokumen berupa Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP) atau surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik,” ucap Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiadi, dalam keterangan resminya.

Selain mengatur soal syarat perjalanan, pada aturan itu juga dijelaskan mengenai pembatasan kapasitas penumpang bagi kendaraan penumpang yang bepergian di wilayah PPKM Level 4.

Berikut aturan lengkapnya:

- Mobil Pribadi kapasitas 50 persen apabila tidak berdomisili sama dan 100 persen apabila berdomisili sama sesuai KTP.

- Taksi Online kapasitas 50 persen.

- Konvensional kapasitas 50 persen.

- Mobil Sewa atau Rental 50 persen.(*)

Berita Nasional Terkini Lainnya