Berita Penajam Terkini

Masuk Daftar 100 Daerah Stunting, 12 Desa dan Kelurahan di PPU Dapat 1.212 Septic Tank

Penulis: Dian Mulia Sari
Editor: Samir Paturusi
Kepala Dinas Perumahan Kawasan Perumahan dan Pemukiman (DPKPP) PPU, Riviana Noor, Kamis (2/9/2021).TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM- Dalam upaya mencegah terjadinya stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan bantuan berupa program sanitasi.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Perumahan dan Pemukiman (DPKPP) PPU, Riviana Noor mengungkapkan, bahwa program tersebut adalah merupakan kegiatan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sanitasi dengan anggaran senilai Rp 7 miliar.

"Tahun ini kita ada kegiatan DAK Sanitasi itu kurang lebih angarannya Rp 7 miliar dari Kementerian PUPR, Karena salah satu penyebab dari kenapa terjadinya stunting itu dari kondisi sanitasi yang buruk di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU)," ujar Riviana, Kamis (2/9/2021).

Dikatakan Riviana, banyak masyarakat di Kabupaten ini yang belum memiliki sanitasi yang baik.

Baca juga: Pemkab PPU Fokus Tangani Stunting Lokus di 12 Desa

"Banyak yang belum punya sanitasi yang baik, artinya BAB-nya masih sembarangan. Sehingga hal itu mengakibatkan lingkungan kurang sehat yang mempengaruhi terjadinya stunting," ujarnya.

Adapun 12 Desa/kelurahan di Kabupaten PPU yang ditetapkan menjadi daerah cukup banyak stunting.

Diantaranya Kecamatan Penajam sebnayak 4 desa/kelurahan, Kecamatan Sepaku sebanyak 3 desa/kelurahan dan Kecamatan Babulu sebanyak 5 desa/kelurahan.

"target ini bulan ini selesai untuk 12 desa/kelurahan yang telah berstatus stunting. 12 desa itu mendapat 1.212 septic tank," sebutnya.

Baca juga: Cegah Stunting, Pokja IV TP PKK Nunukan Beri Makanan Tambahan buat Ibu Hamil dan Vitamin untuk Bayi

Dijelaskan Riviana, program DAK Sanitasi sendiri adalah merupakan pemasangan septic tank individual.

Sehingga mekanismenya melalu swakelola yang dilaksanakan oleh KSM (kelompok swadaya masyarakat) yang dilaksanakan di masing-masing desa/kelurahan.

"Saat ini progresnya kurang lebih sudah di atas 50 persen," pungkasnya. (*)