Berita Samarinda Terkini

Mahasiswa Demo PT BPD Kaltimtara Samarinda, Bakar Ban dan Tuntut Kredit Macet yang Belum Tertagih

Mahasiswa saat berorasi di depan PT Bank BPD Kaltimtara dan membakar ban bekas saat melakukan aksinya, Senin (6/9/2021).  TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Aksi Mahasiswa dan Pemuda Pembaharu (JAMPER) berdemo depan kantor PT Bank Pembangunan Daerah Kaltimtara, Jalan Awang Long, Kota Samarinda, SEnin (6/9/2021).

Puluhan mahasiswa dikawal pihak kepolisian dan keamanan kantor Bank Kaltimtara menyampaikan aspirasi terkait kredit macet.

Massa juga terlihat membakar ban bekas di depan kantor PT BPD Kaltimtara sambil membentangkan spanduk serta menyampaikan tuntutannya.

Koordinator Aksi, Achmad menyampaikan bahwa aksi pada hari ini terkait pemberian kredit yang mereka nilai menyalahi prosedur, dan membuat negara merugi karena perusahaan swasta tak bisa membayar kredit yang sudah diberikan.

"Ada beberapa persoalan yang harus dan wajib diselesaikan terlebih dulu oleh PT BPD Kaltimtara, salah satunya menyelesaikan kredit macet yang belum tuntas," tegasnya saat ditemui, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Rasio Kredit Macet Menurun, Bank Makin Hati-hati Salurkan Kredit UMKM

Sikap kritis JAMPER, kata Acmad, tentunya berdasar dari fakta yang didapat dari data Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang ada di Kaltim, bahwa masih banyak kredit macet dari para pengusaha.

"Seharusnya yang wajib diperjuangkan adalah menagih kepada kreditur apa yang sudah menjadi hak PT BPD Kaltimtara," ucapnya.

Achmad membeberkan adapun nama perusahaan yang menurut LHP BPK sebagai kreditur macet pada di PT BPD Kaltimtara adalah PT Samudera Karya Energi (PT SKE), perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan bahan bakar minyak (BBM) berupa solar industry. 

"PT SKE mendapatkan fasilitas kredit dari PT BPD Kaltimtara secara bertahap yakni Rp 45 Miliar dan Rp 30 Miliar itu berdasar LHP BPK tahun 2018 Rp 75 miliar. Yang jelas melalui dua kali permintaan, pengajuan permintaan kredit," tegas Achmad.

"Jika untuk beberapa kali pelunasan, kami tidak tahu, tetapi seperti yang sudah-sudah (terjadi), kalau tidak pailit perusahaannya atau macet kreditnya," sambungnya.

Baca juga: Perusahaan Properti Gandeng Bankaltimtara, Ekspansi Bisnisnya ke Kutai Kartanegara

Halaman
123