Kabar Artis

Momen Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Bersama Amora Diposting Krisdayanti, Raul Lemos Merespon

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah saat menghadiri acara ulangtahun Amora Kellen di rumah Krisdayanti

Mungkin Anda dan pasangan bisa duduk bersama untuk membuat jadwal, supaya anak-anak dapat bergantian menggunakan sesuatu barang.

Dengan tujuan, agar tidak anak yang merasa salah satu saudara mendapatkan jatah lebih banyak.

Selain itu, penting juga untuk mengajari anak-anak untuk saling menghargai satu sama lain.

Ajari mereka bahwa ada beberapa hal yang tidak dapat mereka ambil dan gunakan dengan bebas, hargai barang-barang milik saudara tiri seperti mereka menghargai barang-barang milik mereka.

2. Berikan privasi kepada setiap anak

Ketika menggabungkan anak-anak dengan keluarga baru, sering kali mereka merasa kehilangan ruang dan privasinya.

Sebaiknya anak-anak harus memiliki kamar sendiri, untuk menjadikan kamar tersebut area privasi mereka.

Namun bila kondisi tidak memungkinkan untuk memiliki kamar sendiri, pastikan setiap anak tetap dapat memiliki privasi untuk dirinya sendiri, misalnya tetap bisa memiliki mainan atau barang yang menjadi miliknya sendiri.

3. Pilih aktivitas netral

Setiap anak pasti memiliki minat yang berbeda, sudah tentu aktivitas yang disukai pun akan beda juga.

Pilih aktivitas netral yang bisa dilakukan bersama, misalnya si anak A gemar olahraga sepakbola sedangkan anak B gemar berenang.

Anda bisa memilihkan kegiatan bermain di playground, untuk dilakukan sebagai aktivitas bersama di akhir pekan.

Siapa tahu mereka akan menemukan keseruan baru yang menambah kekompakan mereka, yang penting sama-sama saling menghormati dan menghargai putusan bersama yang telah diambil.

4. Luangkan waktu bersama

Jika Anda ingin keluarga kecilnya saling terikat satu sama lain, pastikan meluangkan waktu juga di sela-sela kegiatan mereka.

Misalnya, Anda mungkin bisa mencoba hadir untuk menjemput anak di sekolah masing-masing untuk sekadar mengajak makan siang bersama di luar.

Menyisihkan waktu untuk kegiatan yang menyenangkan bersama anak-anak, membantu memperkuat memori indah yang akan mereka rekam.

Mama juga bisa menawarkan sebuah hadiah dan waktu yang menyenangkan dengan jumlah yang sama, sehingga tidak ada yang merasa ditinggalkan.

5. Jangan memaksakan sesuatu

Mencoba memaksa anak-anak bergaul dengan saudara tiri, bisa menjadi bumerang untuk Anda.

Menghabiskan waktu bersama memang sangat penting, tapi kita juga tidak dapat memaksakan kehendak karena setiap anak memiliki kesibukan sendiri.

Bila anak-anak dan saudara tiri mereka belum dapat akrab dengan cepat, tak perlu khawatir Ma.

Beri setiap anak ruang dan waktu untuk membiarkan hubungan mereka berkembang dan akrab dengan sendirinya.

Untuk masalah ini Anda dituntut untuk menghormati dan bersikap realistis, setiap menghadapi persoalan ini.

6. Memberikan contoh yang baik

Anak-anak akan mencontoh dan meniru apa yang Anda dan pasangan lakukan, jadi pastikan untuk memberi contoh yang baik.

Misalnya saat berbica pada setiap anak lakukan dengan lemah lembut dan penuh rasa kasih sayang, bahkan saat menasehati mereka saat melakukan kesalahan.

Biarkan anak-anak juga menilai bahwa kedua orangnya dapat menangani sebuah konflik dengan adil, dan tunjukan bagaimana sikap Anda dalam mendengarkan dan memperhatikan anak-anak dan pasangan mama.

Baca juga: Reaksi Krisdayanti saat Dokter Ungkap Kandungan Aurel Hermansyah, Atta Halilintar Beber Fakta Ini

7. Menjadi mediator

Bila di antara saudara tiri terdapat kesenjangan usia atau jumlah yang cukup jauh, orang tua harus menjadi jembatannya.

Misalnya anak yang satu masih berusia 13 tahun sedangkan anak yang lain masih balita berusia 2 tahun, atau istri hanya membawa satu anak, sedangkan suami membawa 3 anak bawaan.

Supaya yang banyak tidak ‘menindas’ yang sedikit, peran orangtua sebagai mediator disini sangat dibutuhkan.

Berikan penjelasan dan pengertian, bahwa mereka semua sekarang adalah satu keluarga. Sesama keluarga tidak boleh menyakitkan, tekankan bahwa mulai sekarang tidak ada lagi sebutan keluarga aku atau keluarga kamu.

Menjadi keluarga campuran yang harmonis memang bukan perkara mudah, namun Anda tak perlu putus asa.

Selalu ada cara untuk menjadikan keluarga campuran tersebut menjadi keluarga yang bahagia. (*)