Ibu Kota Negara

Tarif Tol Balsam Balikpapan Samarinda Berlaku, Pendapatan Meningkat pada Hari Pertama

Tol Balikpapan-Samarinda atau Tol Balsam, Provinsi Kalimantan Timur sudah diberlakukan tarif sejak Rabu 8 September 2021. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seperti diketahui, Tol Balikpapan-Samarinda atau Tol Balsam, Provinsi Kalimantan Timur sudah diberlakukan tarif sejak Rabu 8 September 2021. 

Soal tarif Tol Balsam, menyesuaikan dengan golongan kendaraan hingga rute yang dipilih pengendara.

Sepanjang hari pertama, diketahui ada penurunan pada Lalu-lintas Harian Rata-rata (LHR) pada hari pertama pemberlakuan tarif di Tol Balsam sendiri.

Demikian dipaparkan, Direktur Teknik PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS), Nanang Iswanto, menyatakan bahwa dibandingkan dengan LHR transaksi sebelum dibukanya Seksi 1 dan Seksi 5, terjadi kenaikan.

Baca juga: Tarif Tol Balsam Balikpapan-Samarinda Dinilai Tinggi, HIPMI Kaltim Nilai Itu Masuk Akal

Baca juga: Pastikan Informasi Seputar Tarif Tol Balsam Tersebar, PT JBS Gencar Sosialisasi Lewat Beragam Media

Baca juga: Jalan Tol Balsam Sepanjang 97,27 Kilometer, Balikpapan - Samarinda Bisa Ditempuh Maksimal 1,5 Jam

"LHR transaksi tanggal 8 September saat bertarif dan beroperasi secara penuh, terjadi kenaikan sekitar 175 persen dibandingkan sebelum di operasikan," ulas Nanang, Kamis (9/9/2021).

Sementara itu, sambung Nanang, jika dibandingkan dengan LHR transaksi di masa sosialisasi nol Tarif, mengalami penurunan sekitar 25 persen.

Berdasarkan data yang diterima Tribun Kaltim, berikut perbandingan data operasi Jalan Tol Balsam pada Selasa (7/9/2021) dan Rabu (8/9/2021).

Volume Lalin transaksi tanggal (7/9/2021):

GT Manggar : 1.878
GT Kr Joang : 2.129
GT Samboja : 1.447
GT Palaran : 1.040
GT Palaran 2 : 741
TOTAL : 7.235

Volume Lalin transaksi tanggal (8/9/2021):

GT Manggar : 1.290
GT Kr Joang : 1.385
GT Samboja : 871
GT Palaran : 1.106
GT Palaran 2 : 727
TOTAL : 5.379

"Jika kita evaluasi perbangkan antara LHR transaksi saat gratis dengann saat bertarif, memang terjadi Penurunan volume lalin total sebesar 26 persen," ulas Nanang.

Meski begitu, pungkas Nanang, terjadi peningkatan pendapatan tol total sebesar 48 persen. (*)