Virus Corona
Mana yang Ampuh Cegah Dampak Covid-19, Pfizer, Moderna atau Johnson & Johnson? Cukup Sekali Suntik
Mana yang ampuh cegah dampak Covid-19, Pfizer, Moderna atau Johnson & Johnson? Cukup sekali suntik
TRIBUNKALTIM.CO - Indonesia baru saja mendapatkan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson asal Belanda.
Dengan demikian, ada beberapa jenis vaksin Virus Corona yang sudah digunakan di Indonesia.
Yakni Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan terbaru Johnson & Johnson.
Lantas, mana diantara vaksin tersebut yang paling ampuh mencegah keparahan Covid-19.
Bandingkan diantara merk terkenal vaksin yakni Pfizer, Moderna, dan yang terbaru Johnson & Johnson.
Bahkan, Johnson & Johnson disebut hanya cukup disuntikkan sekali, bukan dua kali seperti vaksin Covid-19 lainnya.
Baca juga: INILAH Cara Memperbaiki Data yang Salah di Sertifikat Vaksin, Cukup Kirimkan Email ke Alamat Ini
Baca juga: Lantamal XIII Tarakan Kembali Gelar Serbuan Vaksinasi, Sasar Dua Kelurahan di Wilayah Pesisir
Baca juga: Polres Paser Vaksinasi Covid-19 Capai 4 Ribu Lebih Dosis Disalurkan ke Warga
Keampuhan Johnson & Johnson menangkal keparahan Covid-19 juga sudah diakui Organisasi Kesehatan Dunia, WHO.
Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Perbandingan Tingkat Efektivitas Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson, Moderna, dan Pfizer-BioNTech, WHO menyatakan vaksin Covid-19 Janssen Ad26.COV2.S (Johnson & Johnson) memiliki kemanjuran dengan satu suntikan dosis.
Menurut WHO dalam laman resminya, who.int, penggunaan vaksin Covid-19 Johnson & Johnson direkomendasikan sebanyak satu dosis (0,5 ml) yang diberikan melalui suntikan.
Kelompok Penasehat Strategis Ahli Imunisasi WHO (SAGE) menerangkan proses inokulas Johnson & Johnson berlangsung selama 28 hari.
Kemudian, mereka menemukan kemanjuran 85,4% terhadap penyakit parah dan 93,1% terhadap penyakit pasien Covid-19 dengan rawat inap.
Mereka menemukan dosis tunggal vaksin Janssen Ad26.COV2.S (Johnson & Johnson) memiliki kemanjuran 66,9% terhadap infeksi SARS-CoV-2 gejala sedang dan berat.
Semua data infeksi Covid-19 telah diteliti oleh SAGE.
Dalam uji klinis tersebut melilbatkan berbagai varian virus SARS-CoV-2.
Varian Covid-19 tersebut adalah Betha dan Alpha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kini-mulai-memberikan.jpg)