Berita Nasional Terkini

Bukan Pelemahan Pemberantasan Korupsi, Alasan Fahri Hamzah Dukung KPK Pecat Novel Baswedan Dkk

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Fahri Hamzah terima penghargaan dari Presiden Jokowi. Fahri Hamzah mendukung KPK memecat Novel Baswedan Cs

TRIBUNKALTIM.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan memecat 56 pegawai yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) per 30 September nanti.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Langkah KPK memecat Novel Baswedan Dkk ini mendapat dukungan dari politikus Partai Gelora, Fahri  Hamzah.

Diketahui, Novel Baswedan merupakan satu diantara 56 pegawai yang akan diberhentikan dengan hormat oleh KPK.

Fahri Hamzah pun memberikan alasan mengapa mendukung pemecatan 56 pegawai KPK tersebut.

Sebelumnya, Novel Baswedan menyinggung arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pegawai KPK yang tak lolos TWK tak bisa dipecat.

Presiden menilai pegawai yang tak lolos TWK seharusnya mendapat pembinaan.

Baca juga: Sah, Novel Baswedan Dkk Dipecat dari KPK Per 30 September Ini, Nurul Ghufron Beberkan Alasannya

Baca juga: KPK Percepat Pemecatan Pegawai Tak Lolos Wawasan Kebangsaan? Novel Baswedan Ingatkan Arahan Jokowi

Baca juga: Tak Lulus TKW, Sejumlah Eks Pegawai KPK Akan Disalurkan ke BUMN

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Fahri Hamzah Dukung KPK Pecat 56 Pegawai Tak Lolos TWK: Jangan Percaya Ini Pelemahan atau Niat Jahat, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mendukung pemecatan 56 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak memenuhi syarat (TMS) asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) pada 30 September 2021.

Menurut Fahri, pemecatan tersebut adalah ujung dari perjalanan panjang untuk melakukan konsolidasi kelembagaan.

Hal tersebut disampaikan Fahri melalui akun Twitter pribadinya, @Fahrihamzah pada Rabu (15/9/2021) kemarin.

"Ini adalah ujung dari perjalanan panjang untuk melakukan konsolidasi kelembagaan," kata Fahri, dikutip Tribunnews.com, Kamis (16/9/2021).

Fahri Hamzah pun menyebut aksi pemecatan kepada 57 pegawai KPK itu bukan sebagai pelemahan dalam memberantas korupsi.

Ia menyampaikan agar publik tidak perlu meragukan kinerja KPK meski beberapa pegawainya tak lagi bekerja di sana.

"Jangan percaya bahwa ini pelemahan atau niat jahat menghambat pemberantasan korupsi, tidak!.

Halaman
1234

Berita Terkini