Berita DPRD Kalimantan Timur

Jalan 6 Kecamatan di Kutim Rusak Parah, Safuad Minta Pemerintah Segera Tindak Lanjuti Keluhan Warga

Editor: Diah Anggraeni
Kondisi jalan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Kondisi jalan sangat sulit dilintasi saat hujan.

TRIBUNKALTIM.CO - Sejumlah jalan penghubung antardesa dan kecamatan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) rusak dan dikeluhkan warga setempat.

Anggota DPRD Kaltim Safuad meminta Pemerintah Provinsi Kaltim segera menindaklanjuti keluhan tersebut.

Baca juga: Usulan Bonus Atlet PON Capai Rp 47,4 Miliar, Rusman Sebut Keputusannya di Tangan Gubernur Kaltim

Dikatakan Safuad, berdasarkan pengaduan warga setempat, kerusakan terparah berada di Kecamatan Muara Wahau, Kecamatan Kombeng, Kecamatan Telen, Kecamatan Muara Bengkal, Kecamatan Batu Ampar, hingga Kecamatan Muara Ancalong.

"Apalagi saat hujan, jalan benar-benar sulit untuk dilintasi kendaraan. Padahal itu merupakan akses yang menghubungkan antardaerah dan sering dilalui masyarakat. Jalan bertanah dan berbatu tampak seperti bubur sehingga tidak layak dilintasi kendaraan. Baik roda dua, maupun roda empat," sebut Safuad.

Anggota DPRD Kaltim Safuad. (HO/Humas DPRD Kaltim)

Maka dari itu, Safuad meminta pemerintah setempat dalam hal ini Pemkab Kutim berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk segera melakukan perbaikan jalan.

"Segera lakukan inventarisasi masalah sehingga penanganannya tepat sasaran," ujarnya.

Baca juga: Dewan Berharap Kawasan Industri Dongkrak Ekonomi Kaltim

Agar kondisi jalan yang rusak tidak berlarut, Safuad mendorong supaya alokasi anggaran yang sudah dimasukkan untuk perbaikan jalan segera dilakukan pengerjaan.

Sehingga serapan anggaran yang sudah disusun oleh DPRD Kaltim dapat terserap secara maksimal.

"Kami minta kepada pemerintah agar perbaikan jalan-jalan rusak di Kaltim yang sudah dianggarkan, segera dilelang dan dikerjakan. Kan, percuma juga jadinya kalau DPRD sudah menganggarkan tapi tidak dikerjakan," jelasnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap kondusif.

Baca juga: Seno Aji Bantu Warga Terdampak Banjir, Bawa Ribuan Makanan Siap Saji, Vitamin dan Obat-obatan

Politikus PDI Perjuangan ini mengakui, sejumlah pembangunan infrastruktur seperti pembangunan jalan tidak bisa berjalan maksimal dikarenakan keterbatasan anggaran.

"Masyarakat juga harus mengetahui, tidak sedikit anggaran kita direcofusing untuk dialihkan pada anggaran kesehatan dan pemulihan ekonomi saat pandemi seperti ini. Meski demikian, aspirasi warga ini akan tetap kita sampaikan kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti," jelas Safuad. (adv)