Berita Nunukan Terkini

Pemerintah Bakal Buka Pintu Masuk Nunukan untuk Kedatangan dari Luar Negeri, Ini Kata Wagub Kaltara

Editor: Samir Paturusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakil Gubernur Kaltara, Yansen Tipa Padan saat melakukan monitoring dan evaluasi di Pelabuhan PLBL Liem Hie Djung, Kabupaten Nunukan, Jumat (17/09/2021).TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS

TRIBUNKALTIM.CO,NUNUKAN - Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Yansen Tipa Padan turut mengomentari rencana pemerintah untuk membuka enam pintu masuk bagi WNI pelaku perjalanan Internasional.

Dikutip dari TribunBanten.com, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan keputusan tentang pintu masuk bagi WNI Pelaku Perjalanan Internasional.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, hanya dibuka enam pintu masuk kedatangan luar negeri ke Indonesia masing-masing dua titik melalui udara, laut dan darat.

Bila menggunakan transportasi udara maka hanya melalui Bandara Soekarno Hatta, Banten, dan Bandara Sam Ratulangi, Sulawesi Utara.

Sementara itu, pintu pelabuhan laut hanya bisa melalui Batam, Kepulauan Riau, dan Nunukan, serta Sulawesi Utara.

Baca juga: Masa Tugas Berakhir, Satgas Pamtas RI-Malaysia Serahkan Tangkapan Miras ke Bea Cukai Nunukan

Baca juga: Hari Pertama Pembelajaran Tatap Muka di SMPN 1 Nunukan, Begini Nasib Siswa yang Belum Divaksin

Baca juga: Jumlah Pasien Covid-19 di RSUD Nunukan Menurun, Sisa 7 Pasien yang Dirawat

Sedangkan, pintu kedatangan melalui darat adalah pos lintas batas Aruk dan Entikong di Kalimantan Barat.

"Memang seperti itu tapi standar kesehatan harus kita pertimbangkan dengan baik," kata Wagub Kaltara, Yansen Tipa Padan kepada TribunKaltim.Co, saat ditemui di sela aktivitasnya melakukan Monev ke Nunukan, Jumat (17/09/2021), pukul 14.00 Wita.

Yansen mengatakan, bila negeri jiran, Malaysia juga mengambil sikap yang sama untuk membuka pintu masuk, tentu jaminan keselamatan pelaku perjalanan dari bahaya Covid-19 jadi perhatian serius.

"Sekiranya Malaysia punya sikap yang sama berarti Malaysia menjamin bahwa siapa yang keluar masuk dari dan ke sana akan aman. Nah, kita juga punya standar yang sama," ucapnya.

Dia berharap dibukanya enam pintu masuk itu, tidak hanya menjadi ambisius dari pemerintah semata.

Paling utama itu kata Yansen, masyarakat harus sadar bahwa jaminan keamanan dan keselamatan harus jadi yang paling utama.

"Jangan karena ingin cepat dibuka, tapi keamanannya tidak diperhatikan dengan baik. Yang terpenting adalah masyarakat harus sadar bahwa keamanan harus jadi yang utama," ujarnya.

Baca juga: 2 Mesin Pembangkit Alami Overhaul, Pemadaman Bergilir Terjadi di Pulau Nunukan dan Sebatik

Yansen meyakini, bilamana proses vaksinasi di wilayah Indonesia sudah merata di atas 70 persen, maka pintu masuk bagi WNI Pelaku Perjalanan Internasional, akan dibuka.

Tak hanya itu, ia menegaskan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memperketat protokol kesehatan.

"Kita hentikan segera penyebaran virus Covid-19 dengan cara perketat Prokes. Vaksinasi dijalankan dengan maksimal. Insyallah kalau vaksin sudah merata di atas 70 persen, saya pikir kemungkinan besar akan dibuka pintu masuknya," ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan dengan dibukanya enam pintu masuk itu, kewajiban melakukan RT-PCR tetap berlaku.

Selain itu, WNI pelaku perjalanan Internasional juga tetap diwajibkan melakukan karantina dengan waktu 8×24 jam dari negara dengan eskalasi tingkat positif rendah.

Sedangkan, 14×24 jam dari negara dengan eskalasi tingkat positif tinggi. (*)