Berita Balikpapan Terkini

LENGKAP Isi Surat Terbuka Napoleon Bonaparte Usai Aniaya Muhammad Kece, Ini Respon GNPF Balikpapan

Ketua GNPF MUI Balikpapan Abdul Rais SH MH (peci merah) dan Sekjen MUI Balikpapan Isman SH MH (peci putih) saat memberikan keterangan pers usai aksi dzikir dan doa bersama, Jumat (10/2/2017). Berikut isi surat terbuka Napoleon Bonaparte usai aniaya Muhammad Kece di penjara, begini respon GNPF Balikpapan

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut isi surat terbuka Napoleon Bonaparte usai aniaya Muhammad Kece di penjara.

Tindakan yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte menghentak perhatian publik.

Kasus ini terungkap setelah Bareskrim Polri membenarkan adanya laporan yang didaftarkan atas nama Muhammad Kosman ke Bareskrim Mabes Polri pada 26 Agustus 2021.

Laporan tersebut didaftarkan Muhammad Kece dengan nomor laporan polisi 0510/VIII/2021/BARESKRIM pada 26 Agustus 2021 lalu.

Itu terjadi di dalam rumah tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Pria lulusan AKPOL tahun 1988 ini mengakui telah menganiaya tersangka kasus penistaan agama, Muhammad Kece.

Ya, Irjen Napoleon Bonaparte pun membuat surat terbuka yang berisi alasannya hingga menganiaya Muhammad Kece.

Selengkapnya ada dalam artikel ini.

Baca juga: BUNTUT Penganiayaan Muhammad Kece Propam Akan Gelar Perkara Dugaan Kelalaian Petugas Rutan Bareskrim

Baca juga: Terbongkar Detik-Detik Irjen Napoleon Bisa Aniaya Muhammad Kece, Tukar Gembok, Dibantu Eks Bos FPI

Baca juga: TERUNGKAP Alasan Irjen Napoleon Bonaparte Aniaya Muhammad Kece, Sebut Siap Bertanggungjawab

Dilansir TribunBatam.id dengan judul Isi Surat Terbuka Napoleon Bonaparte Terkait Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Napoleon menyebutkan bahwa perbuatan Kece bisa membahayakan persatuan dan kerukunan umat beragama.

Selain itu, Napoleon juga menyayangkan tindakan pemerintah yang belum menghapus semua konten di media yang berkaitan dengan penodaan agama.

Halaman
1234