Kesehatan

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Ginjal dan Diabetes, Salah Satunya Daging Olahan

Editor: Nur Pratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi ginjal.

Memiliki kadar fosfor darah tinggi untuk waktu yang lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, melemahkan tulang, dan meningkatkan risiko kematian dini.

Soda dan minuman manis lainnya juga mengandung banyak gula tambahan sehingga tidak ideal untuk orang yang menderita diabetes karena tubuh mereka tidak dapat mengatur kadar gula darah dengan benar.

Memiliki kadar gula darah tinggi dalam jangka waktu lama dapat merusak saraf, merusak ginjal lebih lanjut, dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

Alih-alih soda, pilihlah minuman yang rendah gula dan fosfor, seperti air putih, teh tanpa pemanis, atau air soda yang dicampur dengan irisan buah atau sayuran.

3. Buah tinggi kalium

Umumnya, buah-buahan sehat dan dikemas dengan vitamin dan mineral. Namun, orang dengan penyakit ginjal dan diabetes mungkin perlu membatasi asupan buah-buahan tertentu, terutama yang tinggi gula dan potasium.

Jika Anda memiliki penyakit ginjal, tubuh Anda tidak dapat mengeluarkan kalium dengan benar sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar kalium darah, juga dikenal sebagai hiperkalemia.

Jika tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kelelahan, kelemahan otot, masalah jantung, dan bahkan kematian. Buah-buahan tinggi kalium termasuk pisang, alpukat, aprikot, kiwi, dan jeruk.

4. Buah kering

Buah kering dibuat dengan menghilangkan air dari buah melalui berbagai proses.

Cara ini menciptakan buah-buahan kecil dan padat yang kaya energi dan nutrisi.

Buah-buahan kering tidak ideal untuk penderita penyakit ginjal dan diabetes karena tinggi gula dan mineral seperti potasium.

Faktanya, hanya satu setengah cangkir (65 gram) aprikot kering mengandung sekitar 755 mg potasium. Selain itu, buah-buahan kering mengandung gula yang cepat dicerna, yang tidak ideal jika Anda menderita diabetes.

5. Kebanyakan kacang dan lentil

Dalam kebanyakan kasus, kacang-kacangan dan lentil dianggap sehat dan nyaman.

Namun, bagi penderita penyakit ginjal dan diabetes, kacang-kacangan dan lentil - baik kalengan maupun segar - tidak ideal karena kandungan fosfornya yang relatif tinggi. Versi kalengan biasanya juga tinggi sodium.
Misalnya, 1 cangkir (185 gram) lentil kalengan mengandung 633 mg kalium dan 309 mg fosfor.

Jika Anda menikmati kacang-kacangan dan lentil, Anda masih bisa memakannya dalam jumlah kecil tetapi tidak sebagai komponen karbohidrat standar makanan Anda.

Jika Anda memilih kacang kalengan dan lentil, pilihlah versi rendah sodium atau "tanpa tambahan garam".

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa mengeringkan dan membilas makanan kaleng dapat mengurangi kandungan natriumnya sebanyak 33-80 persen, tergantung pada produknya.

6. Makanan kemasan, makanan instan, dan makanan cepat saji

Makanan kemasan, makanan instan, dan makanan cepat saji cenderung tinggi sodium sehingga tidak ideal untuk seseorang dengan penyakit ginjal dan diabetes.

Beberapa contoh makanan tersebut adalah mi instan, pizza beku, makanan kotak beku, dan jenis makanan microwave lainnya. Makanan ini juga banyak diproses dan seringkali tinggi karbohidrat olahan.

Ini tidak ideal jika Anda menderita diabetes karena karbohidrat olahan dicerna dengan cepat dan cenderung meningkatkan kadar gula darah.

7. Jus buah kemasan

Hindari jus buah kemasan dan minuman kemasan manis lainnya jika Anda memiliki penyakit ginjal dan diabetes. Minuman ini cenderung tinggi gula tambahan yang dapat menyebabkan lonjakan cepat gula darah.

Hal ini mengkhawatirkan karena diabetes mempengaruhi kemampuan tubuh Anda untuk menyerap gula dengan baik dan kadar gula darah tinggi yang berkepanjangan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan.

Selain itu, jus buah kemasan tertentu kaya akan mineral seperti potasium.
Misalnya, secangkir (240 mL) jus jeruk mengandung sekitar 443 mg potasium 8. Bayam, bit, lobak, dan sayuran berdaun hijau tertentu lainnya Berbagai sayuran berdaun hijau, seperti bayam, lobak, dan bit, mengandung nutrisi dalam jumlah tinggi seperti potasium.

Hanya 1 cangkir (30-38 gram) sayuran mentah mengandung 136-290 mg potasium.

Ingatlah bahwa ketika sayuran berdaun ini dimasak, mereka menyusut ke ukuran yang jauh lebih kecil tetapi masih mengandung jumlah potasium yang sama.

Bayam, bit, lobak, dan sayuran berdaun lainnya juga kaya akan asam oksalat, yakni senyawa organik yang dapat membentuk oksalat setelah terikat dengan mineral seperti kalsium.

Oksalat dapat membentuk batu ginjal pada orang yang rentan. Selain menyakitkan, batu ginjal lebih lanjut dapat merusak ginjal Anda dan mengganggu fungsinya.

9. Makanan ringan

Makanan ringan seperti keripik, kerupuk, dan pretzel biasanya tinggi garam dan karbohidrat olahan, yang membuatnya tidak cocok untuk mereka yang menderita penyakit ginjal dan diabetes.

Beberapa makanan ringan, seperti keripik kentang, juga mengandung mineral lain yang tinggi, seperti kalium atau fosfor, baik secara alami atau sebagai hasil dari aditif.

Misalnya, satu kantong keripik kentang ukuran sedang (57 gram) mengandung 682 mg kalium, 300 mg natrium, dan 87 mg fosfor.

Makanan ringan harus dibatasi atau dihindari sebagai bagian dari diet sehat, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan seperti penyakit ginjal dan diabetes.

Sebagai gantinya, bereksperimenlah dengan camilan ramah diabetes yang padat nutrisi. Baca juga: 10 Kebiasaan yang Bisa Mencegah Batu Ginjal

10. Kentang dan ubi jalar

Kentang dan ubi jalar mengandung potasium tinggi yang dapat menjadi perhatian bagi penderita penyakit ginjal, terutama mereka yang memiliki penyakit ginjal stadium akhir.

Misalnya, kentang panggang sedang (156 gram) mengandung 610 mg kalium, dan kentang manis panggang standar (114 gram) mengandung 541 mg kalium.

Namun, kentang dan ubi jalar dapat direndam atau dicuci untuk mengurangi kandungan potasiumnya secara signifikan.

Dalam sebuah penelitian, merebus kentang kecil dan tipis selama setidaknya 10 menit mengurangi kandungan potasiumnya sekitar 50 persen.

Dalam penelitian lain, merendam kentang setelah dimasak mengurangi kandungan kalium sebanyak 70 persen sehingga menghasilkan kadar kalium yang cocok untuk penderita penyakit ginjal.

Meskipun metode ini dapat menurunkan kandungan potasium, kentang dan ubi jalar masih tinggi karbohidrat. Jadi ada baiknya untuk memakannya dalam jumlah sedang jika Anda menderita diabetes.

Oleh karena itu, berikut Tribun Bali rangkum apa saja tanda awal penyakit ginjal? Berikut informasinya:

Mudah lelah dan sulit berkonsentrasi, Penurunan fungsi ginjal yang parah dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah.

Hal ini dapat menyebabkan orang merasa lelah, lemah dan dapat membuat sulit untuk berkonsentrasi. Komplikasi lain dari penyakit ginjal adalah anemia, yang dapat membuat tubuh lelah dan lemas.
Kulit kering dan gatal, Ginjal yang sehat mdapat elakukan banyak pekerjaan penting.

Ginjal berfungsi menghilangkan limbah dan cairan ekstra dari tubuh Anda, membantu membuat sel darah merah, membantu menjaga tulang tetap kuat dan bekerja untuk mempertahankan jumlah mineral yang tepat dalam darah Anda.

- Kulit kering dan gatal bisa menjadi tanda adanya gangguan pada mineral dan tulang yang sering menyertai penyakit ginjal stadium lanjut.

Hal ini bisa terjadi ketika ginjal tidak lagi mampu menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi yang tepat dalam darah.

- Sering buang air kecil, Jika Anda merasa ingin buang air kecil lebih sering, terutama di malam hari, ini bisa menjadi tanda penyakit ginjal. Filter ginjal rusak dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk buang air kecil.

Terkadang hal ini juga bisa menjadi tanda infeksi saluran kemih atau pembesaran prostat pada pria.
Darah pada urin,

Ginjal yang sehat dapat menjaga sel-sel darah dalam tubuh saat menyaring limbah dari darah untuk membuat urin.

Tapi ketika filter ginjal telah rusak, sel-sel darah bisa rusak dan masuk ke dalam urin.

Selain menandakan penyakit ginjal, darah dalam urin bisa menjadi indikasi tumor, batu ginjal, atau infeksi.

- Urin berbusa, Busa atau gelembung berlebihan dalam urin - terutama yang mengharuskan Anda menyiram beberapa kali sebelum hilang - menunjukkan adanya protein dalam urin. Protein tersebut merupakan albumin yang ditemukan dalam urin.

Itu lah beberapa tanda awal pennyakit ginjal. Tribuners harus secara berkala melakukan pengecekan dengan melihat tanda-tanda di atas. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Inilah Tanda-Tanda Ginjal Anda Mulai Mengalami Kerusakan, Waspadalah!, 

Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul 10 Jenis Makanan Ini Pantang bagi Anda Penderita Penyakit Ginjal dan Diabetes,