Virus Corona di Kubar

PTM di Kutai Barat, Sekolah Wajib Dapat Rekomendasi dan Menerapkan Prokes Ketat

Penulis: Zainul
Editor: Mathias Masan Ola
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebelum masuk kelas untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, para siswa SMP Negeri 4 Ngenyan Asa, Kutai Barat diperiksa suhu tubuh dan diwajibkan memakai masker. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan secara tatap muka dalam kelas mulai diterapkan di tiap-tiap sekolah di Kabupaten Kutai Barat. 

Pelaksanaan PTM tersebut sudah sejak pekan lalu seiring dengan tren penurunan angka penularan Covid-19 yang kian rendah.

Namun demikian, PTM ini dilakukukan dengan sistem terbatas dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan ketat.

Siswa yang memasuki ruang kelas dibatasi dan diatur jarak bangku tempat duduknya minimal 1 meter antar siswa. 

Seperti yang terlihat di SMP Negeri 4 Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok. Setiap siswa yang hendak masuk kelas lebih dulu diukur suhu tubuh serta diwajibkan memakai masker. 

Baca juga: Dukung Kegiatan PTM, Pemkab Kubar Percepat Pemberian Vaksinasi kepada Pelajar

Baca juga: Siap PTM, 2.981 Pelajar di Kubar Sudah Divaksinasi

Baca juga: Siswa SMP di Kutai Barat Ikut Simulasi ANBK

"Karena sudah ada surat edarannya, jadi sekolah sudah persiapkan untuk mulai PTM terbatas ini. Sekarang masih kita lakukan simulasinya," kata Mila, salah satu tenaga pendidik di SMP Negeri 4 Ngenyan Asa, Rabu (22/9).

Dia menjelaskan simulasi tersebut dilakukan sambil menunggu surat rekomendasi dari dinas terkait usai dilakukannya pengecekan kesiapan sarana dan prasarana sekolah. Serta diharapkan surat rekomendasi tersebut bisa segera keluar pada pekan ini.

"Sarana dan prasarana sekolah sesuai protokol kesehatan sudah siap, tunggu surat rekomendasi saja lagi. Semoga pekan ini  suratnya sudah bisa keluar," jelasnya.

Hal yang sama pun terjadi di SD 007 Kampung Jambuk, Kecamatan Bongan yang sedang mempersiapkan PTM terbatas. Dimana melalui rapat bersama orang tua, disepakati bahwa PTM terbatas ini sangat diharapkan bisa segera berjalan.

"Kemarin sudah ada sosialisasi serta rapat bersama orangtua siswa. Kebanyakan dari mereka memang ingin PTM terbatas segera berjalan. Dan pihak sekolah juga saat ini sedang mempersiapkannya," ujar Petinggi Kampung Jambuk, Syahril saat dihubungi Tribunkaltim.co. 

Baca juga: PTM Terbatas Perdana di Kubar, Disdikbud Tegaskan Tiap Sekolah Harus Kantongi Surat Rekomendasi

Antusias orang tua untuk bisa segera dijalankannya PTM terbatas ini memang sangat tinggi. Sebab, banyak orang tua yang menemui kesulitan saat mendampingi anak dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring maupun daring. Disamping rasa rindu dari para peserta didik yang ingin secepatnya kembali belajar disekolah.

"Bukan cuma orangtua, anak peserta didik pun ingin segera kembali belajar disekolah. Selain bertemu dengan teman sekolah juga dengan para guru. Namun, kembali lagi, tetap harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat," pungkasnya. (*)