Mata Najwa

Curhat di Mata Najwa, Pegawai KPK yang Dipecat Kecewa soal Tunjangan Hari Tua

Penulis: Justina
Editor: Syaiful Syafar
Penyelidik KPK nonaktif Aulia Postiera curhat soal tunjangan hari tua saat tampil di acara Mata Najwa, Rabu (22/9/2021) malam.

TRIBUNKALTIM.CO - Curhat di Mata Najwa, pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dipecat ternyata juga mengungkap kekecewaan soal tunjangan hari tua.

Hal itu disampaikan Aulia Postiera, penyelidik KPK nonaktif, saat tampil di acara Mata Najwa yang mengangkat tema "Nasib Pemberantas(an) Korupsi", Rabu (22/9/2021) malam.

Aulia Postiera mengaku sudah menerima SK pemberhentiannya sebagai pegawai KPK.

Baca juga: Mata Najwa Tadi Malam, Terbongkar Risiko Dukungan kepada 56 Pegawai KPK yang Dipecat

Aulia juga mengatakan sudah membaca diktum kedua, yang isinya membahas tentang gaji yang akan diterima setelah tidak lagi menjadi bagian dari lembaga KPK.

"Di diktum keduanya bahwa saya menerima tunjangan hari tua, yaitu merupakan bagian dari gaji saya yang saya sisihkan setiap bulan dan bantuan juga dari kantor.

Dan kedua, saya juga menerima BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini adalah hal yang sama diterima oleh seluruh anggota KPK, baik itu yang berhenti, mengundurkan diri, atau yang kembali ke instansi asalnya, atau yang meninggal.

Jadi itu sama. Kita menerima hal yang sama," beber Aulia Postiera di studio Mata Najwa.

Baca juga: Di Mata Najwa, Novel Baswedan Bantah Tudingan Bekingi Anies Baswedan dari Pemeriksaan KPK

Baca juga: Postingan Mata Najwa Kembali Sindir Habis KPK, Najwa Shihab: Maling Kok Diajak Kolaborasi?

Terkait nasibnya itu, Aulia meminta presiden selaku pemimipin tertinggi di Negara ini untuk turun tangan menyelamatkan pemberantasan korupsi dan menyelamatkan KPK.

Diketahui, Surat Keputusan (SK) pemberhentian 56 pegawai KPK telah dikeluarkan.

Halaman
12