Hotel Menunggak Pajak

Kejari Samarinda Akui Sudah Tagih Piutang Pajak ke Hotel Selyca Mulia

Penulis: Hanifan Ma'ruf
Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Plang tunggakan pajak dipasang di Hotel Selyca Mulia di Jalan Bhyangkara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Jumat (24/9/2021) siang. Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Kota Samarinda, Muhammad Mahdy memberkan telah melakukan penagihan piutang pajak daerah ke hotel bersangkutan.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Penagihan piutang pajak kepada pihak Hotel Selyca Mulia, Kota Samarinda, disebut telah dilakukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Samarinda.

Diketahui selama ini Kejari Samarinda memang menjadi mitra hukum pemerintah kota (Pemkot) Samarinda.

Yakni dalam hal pendampingan hukum keperdataan dan penagihan piutang pajak daerah.

Demikian dibeberkan oleh Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun), Riyan Permana melalui Kasi Intelijen, Muhammad Mahdy saat dihubungi TribunKaltim.co pada Jumat (24/9/2021). 

Baca juga: BREAKING NEWS Hotel Selyca Mulia Samarinda Dipasang Plang oleh Pemkot, Menunggak Pajak

Baca juga: Alasan Hotel Selyca Mulia Samarinda Tunggak Pajak, Singgung Pemasukan Event dan Kuliner

Baca juga: Dipasang Plang Tunggak Pajak, Hotel Selyca Mulia Samarinda akan Lakukan Pelunasan

Dia jelaskan, sebelum dilakukan pemasangan spanduk tunggakan pajak di hotel yang berlokasi di Jalan Bhayangkara, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur tersebut.

Kejari telah mengundang General Manager (GM) dari pihak hotel untuk membahas penyelesaian perpajakan itu.

Mahdy menerangkan, setelah dilakukan pertemuan, pihak hotel sempat melakukan sejumlah pembayaran terkait tunggakan pajak yang disebutkan.

Namun jumlahnya dinilai masih jauh dari total tunggakan.

Baca juga: Pasang Plang Penanda di Hotel Selyca Mulia Samarinda, Menunggak Pajak Rp 4 Miliar

Pada periode bulan September ini Kejari melalui Kasi Datun, telah mengundang yang bersangkutan untuk berkonsolidasi tentang urusan pajak ini.

"Sempat dilakukan pembayaran, namun masih belum maksimal," ungkap Mahdy.

Halaman
12