Berita Balikpapan Terkini

Mulai 1 Oktober 2021, BPJS Kesehatan Kelas Tiga Dipastikan Gratis di Balikpapan

Program BPJS Kesehatan gratis bagi peserta mandiri kelas tiga, dipastikan berjalan mulai Oktober. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Program BPJS Kesehatan gratis bagi peserta mandiri kelas tiga, dipastikan berjalan mulai Oktober.

Pemerintah Kota bersama DPRD Balikpapan sepakat mengalokasikan anggaran sekitar Rp 18 miliar di APBD Perubahan 2021.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty kepada awak media.

Ia menyebutkan pendataan penerima bantuan program telah melalui tahapan verifikasi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Balikpapan.

Pendataan itu mencakup peserta BPJS Kesehatan yang tidak aktif, data peserta yang menunggak serta data warga yang belum mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Baca juga: BPJS Kesehatan Berikan Layanan Pandawa, Awak Media Siap Bantu Publikasi

Baca juga: Monitoring Layanan, Duta BPJS Kesehatan Kunjungi Peserta JKN-KIS

Baca juga: Wawali Rusmadi Wongso Tekankan ke Pekerja Bukan Penerima Upah Masuk BPJS Kesehatan

“Jadi kami tidak menyetorkan data. Tapi semua data itu sudah diverifikasi Disdukcapil. Diklirkan, karena siapa tahu sudah pindah atau bagaimana,” ujarnya.

Menurutnya, sejauh ini proses pendataan juga melibatkan pihak BPJS Kesehatan. 

Namun jumlah riil penerima bantuan belum bisa disampaikan lantaran pihak BPJS juga perlu melakukan koordinasi dengan pusat.

“Tetapi secara keseluruhan kita siap tanggal 1 Oktober berjalan,” katanya.

Ia memastikan segala keperluan administrasi dan keperluan lainnya untuk menyukseskan program iuran BPJS Kesehatan gratis, sudah siap.

“Program itu akan berjalan selama tiga bulan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Disdukcapil Balikpapan, Hasbullah Helmi membenarkan bahwa verifikasi penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan itu sedang berproses.

Baca juga: DPRD Balikpapan Segera Gelar Paripurna, Jamin BPJS Kesehatan Gratis Terealisasi

Namun Hasbullah Helmi juga belum bisa memastikan berapa banyak warga Kota Balikpapan yang bakal menikmati program dari visi misi Walikota Balikpapan Rahmad Masud tersebut.

"Artinya datanya sudah ada, kami hanya verifikasi, dipadankan dengan data penduduk,” ucapnya. (*)