Berita Berau Terkini

RSD Talisayan Berau Minim Dokter Anestesi, Ibu Hamil Terdiagnosa Eklamsia akan Dirujuk ke RSUD

Editor: Rahmad Taufiq
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Rumah Sakit Nursamsi bersama dengan Wakil Bupati Berau Gamalis di Rumah Sakit Daerah Talisayan. Saat ini RSD Talisayan kekurangan dokter anestesi. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Direktur Rumah Sakit Daerah atau RSD Talisayan mengakui perlu dokter spesalis tambahan, terutama spesialis anestesi.

Direktur RSD Talisayan, Nursamsi menjelaskan hanya terdapat 3 dokter spesialis yang bekerja, terdiri dari dokter spesalis bedah, dokter spesialis kandungan dan dokter spesialis penyakit dalam.

Sementara 7 lainnya merupakan dokter umum.

Pihaknya berharap agar bisa mendapatkan dokter spesialis anestesi untuk memaksimalkan kinerja dokter spesialis lainnya.

“Kami kekurangan dokter anestesi dan telah mencari selama 4 tahun, belum ada yang menjadi spesialis di sini,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (6/10/2021).

Menurutnya, keberadaan dokter anestesi menjadi vital, lantaran diperlukan untuk memberi bius dalam pengambilan tindakan terutama saat operasi.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Berau Meningkat, Rumah Sakit Daerah Talisayan Ditutup Sementara

Baca juga: Pria Mengamuk di RS Pratama Talisayan Berau, Melukai Seorang Dokter, Pelaku Diburu Polisi

Baca juga: Prototipe RS Talisayan-Berau Masih Direvisi

Apalagi, jarak tempuh untuk rujukan ke RSUD Abdul Rivai cenderung jauh.

Nursamsi memberi contoh, jika ada ibu hamil yang terdiagnosa eklamsia, harus segera dibawa ke RSUD Abdul Rivai, lantaran tidak bisa ditangani oleh dokter anestesi.

Pihaknya takut bahwa ibu hamil tersebut, bisa melahirkan di jalan.

“Tentu, kami perlu dokter spesialis untuk menghindari jarak tempuh yang jauh,” bebernya.

Halaman
12