Mata Najwa

Siapa Panglima TNI Selanjutnya? Di Mata Najwa, Gubernur Lemhanas Bocorkan Kriteria Calon yang Tepat

Penulis: Justina
Editor: Syaiful Syafar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur Lemhanas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo saat tampil di acara Mata Najwa, Rabu (6/10/2021) malam. Di acara tersebut Gubernur Lemhanas bocorkan kriteria calon yang tepat untuk jabatan Panglima TNI selanjutnya.

Karena menurutnya, itu merupakan salah satu cara untuk membangun solidaritas dan meminimalisasi ruang kecemburuan di dalam matra TNI. 

"Kan akan sehat organisasi kalau Panglima TNI dilakukan secara bergantian dari Angkatan Laut, Darat, Udara.

Jadi, kalau menghitung itu secara normatif, kecenderungan Panglima TNI ke depan berasal dari Angkatan Laut seharusnya, potensinya," beber Al Araf.

Baca juga: KSAD Jenderal Andika Perkasa Digaransi Jabat Panglima TNI, Faktor Ini Bisa Jadi Penentu

Sebagai akademisi, Al Araf mengaku pendekatan transformasi pertahanan adalah sebuah momentum untuk membangun ruang transformasi pertahanan TNI ke arah yang lebih modern.

Khususnya dalam menyelesaikan proses reformasi TNI, mendorong proses TNI yang profesional, modernisasi, dan kesejahteraan.

Pendekatan transformasi ini, kata Al Araf, penting untuk merubah cara pandang bahwa militer sebagai tatanan negara harus melihat outwork looking, lebih melihat ke luar ketimbang inwork looking ke dalam.

"Karena militer dalam sebuah negara lebih banyak melihat perspektif ancamannnya ke dalam, maka kecenderungan potensi politiknya tinggi. Ketimbang kalau kemudian melihat outwork loooking itu akan mendorong profesioanlisme militernya jauh lebih baik," tutur Al Araf.

Baca juga: Isu Reshuffle Kabinet Jokowi Mencuat, Mahfud MD Terlempar, Andika Perkasa Tak Jadi Panglima TNI

Baca juga: REAKSI KSAL Laksamana Yudo Margono Disebut Kandidat Kuat Pengganti Panglima TNI Marsekal Hadi

Selain itu, Al Araf mengatakan kalau sekarang adalah generasi perang ke-4 yang lebih menekankan teknologi pertahanan prajurit yang profesional untuk menghadapi ancaman cyber.

"Panglima TNI yang ada menjadi penting untuk melakukan pembinaan dalam rangka menghadapi generasi perang ke-4 yang lebih asimetris itu," kata Al Araf.

(TribunKaltim.co/Justina)

Baca Selanjutnya: Mata Najwa

Baca Selanjutnya: Berita Nasional Terkini

Baca Selanjutnya: Populer Tribun Kaltim