Timnas Indonesia

Rapor Timnas Indonesia Usai Taklukkan Taiwan, Egy Maulana Vikri Kalah Tajam dari Pemain 19 Tahun

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Egy Maulana Vikri (merah). Rapor Timnas Indonesia Usai Kalahkan Taiwan, Egy Maulana Vikri Kalah Tajam dari Pemain 19 Tahun

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong memberi pelajaran taktik berharga bagi publik Tanah Air dalam laga Timnas Indonesia versus Taiwan.

Shin Tae-yong memberi pertunjukan taktik dengan tak memasang bek sayap murni pada babak pertama dan memainkan empat bek tengah sekaligus.

Empat bek tengah tersebut yaitu Victor Igbonefo, Fachrudin Aryanto, Miftah Anwar Sani, dan Rachmat Irianto.

Baca juga: Line Up & Jam Tayang Timnas Indonesia vs Taiwan Malam Ini, Egy Maulana Vikri Starter, Live TV Online

Pada praktiknya, empat bek tengah itu mendapat tugas berbeda pada sepanjang babak pertama.

Tiga nama pertama, yaitu Victor, Fachrudin, dan Miftah ditempatkan sebagai trio bek tek tengah.

Adapun Rachmat Irianto dipasang lebih tinggi menemani Asnawi Mangkualam sebagai gelandang bertahan.

Miftah Anwar Sani yang pernah bermain di Liga Bosnia pun tak berdiam diri di posisinya, melainkan bertindak sebagai bek sayap kiri saat sedang menyerang.

Blunder dan Kesalahan Oper

Formasi asing ini sempat membuat para pemain gugup pada lima menit awal.

Miftah membuat blunder saat mengontrol bola dan membuat Taiwan mendapat sepak pojok.

Sepak pojok tersebut membuat pemain Taiwan mampu melepas tembakan yang untungnya mampu diblok M Riyandi.

Terlepas dari kemenangan yang diperoleh Indonesia, beberapa hal mendasar menjadi sorotan yaitu kesalahan mengoper.

Para pemain Indonesia, di beberapa kesempatan tampak asal-asalan memberi operan bola ke rekan mereka.

Satu di antara yang terlihat jelas adalah bagaimana Irfan Jaya terlalu pelan memberi back pass ke pemain bertahan hingga bisa dicuri pemain Taiwan.

Pratama Arhan yang terhitung memberi kontribusi bagi kemenangan Indonesia pun tercatat beberapa kali salah operan.

Gol Pemain Debutan

Timnas Indonesia kemudian mampu lepas dari tekanan dan mencetak gol melalui aksi brilian Ramai Rumakiek.

Berawal dari umpan bagus dari Miftah Sani dari sisi kiri, kontrol bola ciamik Rumakiek berhasil diselesaikan lewat sepakan yang berbuah gol pembuka.

Rumakiek pun mencetak gol pertamanya dalam debut bersama tim senior Indonesia dalam laga kali ini.

Hanya, memang Rumakiek beberapa kali harus dilanggar.

Akhirnya pemain kelahiran 2002 tersebut malah mendapatkan cedera setelah berhasil mencetak gol brilian melawan Taiwan.

Miftah sang pemberi umpan pun harus diganti pada akhir babak pertama akibat dihantam pemain lawan.

Gol dari Second Line

Pada babak kedua, giliran Evan Dimas yang memanfaatkan kerja sama apik Kushedya Hari Yudo dan Pratama Arhan dari sisi kiri.

Pratama tampak memberi umpan wall-pass ke Yudo yang melepaskan umpan silang.

Baca juga: Timnas Indonesia vs Taiwan Malam Ini Diprediksi Diguyur Hujan, Evan Dimas Akui Siap dan Percaya Diri

Evan Dimas yang datang dari second line, mendapat bola, sempat melakukan kontrol sebelum melepaskan tendangan terukur. Skor 2-0.

Egy Maulana Vikri Punya Enam Tembakan

Dalam kondisi unggul nyaman, pasukan Shin Tae-yong dapat menciptakan peluang dengan lebih lepas.

Egy tercatat mendapat dua peluang emas lewat sebuah situasi satu lawan satu dan tembakan melengkung yang dapat dimentahkan kiper Taiwan Shin Shin-an.

Egy kemudian terus mendapat peluang tambahan, dengan dua tembakannya selalu diamankan Shin Shin-an.

Total, pemain FK Senica itu melepas enam tembakan yang ditepis kiper dan diblok bek Taiwan.

Rotasi Gelandang

Hal lain yang menarik adalah pengganti Miftah, Pratama Arhan, juga mendapat peran menarik sebagai bek kiri dalam formasi yang sudah berubah menjadi empat bek.

Pratama didorong ke lini tengah saat Indonesia menguasai bola dan bertindak sebagai gelandang bertahan, walau rotasi ini tak berlangsung lama.

Penyakit Lama, Lengah di Menit Akhir

Di ujung laga, kelengahan lini belakang kembali terjadi dan harus dibayar mahal dengan satu gol Taiwan ke gawang M Riyandi.

Pada menit 91 lewat skema bola mati, pemain bernomor 16, Hsu Heng Ping berhasil mendapatkan peluang tanpa kawalan.

Lewat satu sentuhan, Taiwan yang jarang mendapat peluang, mencuri gol.

Kemenangan dengan skor tipis 2-1 pada leg pertama bisa diartikan bahwa perjuangan jauh dari kata selesai.

Indonesia kini telah berhasil memenangkan laga sebanyak sembilan lagi dalam setiap perjumpaan melawan Taiwan.

Sembilan kemenangan diraih Indonesia dari jumlah 13 pertemuan melawan Taiwan.

Kemenangan tersebut juga membuat langkah Indonesia untuk bisa lolos ke babak berikutnya semakin terbuka lebar.

Hal ini mengingat Indonesia hanya perlu bermain imbang pada leg kedua melawan Taiwan nantinya. (*)

Berita Timnas Indonesia