Berita Viral

BABAK Baru Dugaan Rudapaksa di Lutim Viral, Istana Desak Polisi hingga Polri Terjunkan Tim Khusus

Editor: Ikbal Nurkarim
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono saat jumpa pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Rabu (6/10/2021). Babak baru dugaan rudapaksa di Lutim viral, Istana desak polisi hingga Polri terjunkan tim hhusus.

TRIBUNKALTIM.CO - Kasus dugaan rudapaksa di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan yang viral memasuki babak baru.

Istana turut memberi perhatian terhadap kasus yang menjadi perbincangan di media sosial tersebut.

Terbaru Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menyebutkan Polri menerjunkan tim khusus.

Ia juga menjelaskan perkembangan terbaru dari kasus dugaan pencabulan anak di Luwu Timur, Selawesi Selatan yang menjadi sorotan di media sosial.

Menurut Rusdi, Kapolres Luwu Timur AKBP Silvester Simamora telah menemui RS, yakni ibu korban sekaligus pelapor kasus dugaan pencabulan terhadap ketiga anaknya ini.

Baca juga: Viral Kasus Tiga Anak Diduga Dirudapaksa Ayah Kandung, Terduga Pelaku, LBH, dan Polisi Angkat Bicara

Baca juga: SP3 Kasus Dugaan Rudapaksa 3 Anak Kandung di Sulsel Viral Mabes Polri Siap Buka Kembali Penyelidikan

Baca juga: SP3 Kasus Dugaan Rudapaksa 3 Anak Kandung di Sulsel Viral, Tagar Percuma Lapor Polisi Tranding 

Rusdi menjelaskan, pertemuan yang berlangsung baik tersebut membahas mengenai langkah polisi terhadap kasus tersebut.

"Kapolres Luwu Timur, AKBP Silvester Simamora telah mengambil langkah bersilaturahmi ke orang tua korban, bertemu dengan ibu korban."

"Menjelaskan tentang langkah-langkah yang telah dilakukan Polres Luwu Timur terhadap kasus tersebut."

"Ibu korban memahami tentang langkah-langkah tersebut, komunikasi juga dapat berjalan dengan baik," kata Rusdi, dikutip dari Tribunnews.com dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (10/10/2021).

Selain itu, Rusdi juga menjelaskan Bareskrim Mabes Polri telah menerjunkan tim asistensi untuk melakukan audit terhadap penyidik dalam menangani kasus ini.

Halaman
1234