Virus Corona

Singapura Bakal Bersikap Hidup Bersama Covid-19, Perbatasannya akan Dibuka

Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Virus Corona. Singapura baru-baru ini menerapkan kembali pembatasan Virus Corona untuk mengulur waktu bersiap menghadapi wabah ini.

TRIBUNKALTIM.CO, SINGAPURA - Negara Singapura berpenduduk 5,45 juta orang, telah melaporkan rekor infeksi Covid-19 harian lebih dari 3 ribu selama beberapa hari terakhir.

Meskipun hampir semua kasus tidak menunjukkan gejala atau ringan.

Sekitar 83 persen dari populasi sudah divaksinasi lengkap, menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.

Singapura baru-baru ini menerapkan kembali pembatasan Virus Corona untuk mengulur waktu bersiap menghadapi wabah ini.

Baca juga: Traveler Ingin Masuk Singapura, Ini Syaratnya Bagi Wisatawan Indonesia Mulai 22 September 2021

Baca juga: Kasus Covid di Singapura-Malaysia Naik Lagi, Pangdam Ingatkan Warga Belajar dari Negara Tetangga

Baca juga: Selain Singapura, Ternyata Vaksin Sinovac Telah Digunakan di Puluhan Negara Termasuk Indonesia

Sayangnya langkah ini banyak menuai kritik.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan Singapura akan mencapai normal baru dan dapat mengurangi pembatasan ketika kasus Covid-19 sudah stabil, bahkan jika jumlahnya ratusan.

"Kami membutuhkan setidaknya tiga bulan, dan mungkin selama enam bulan, untuk sampai ke sana," kata Lee dalam pidatonya.

Singapura membuka perbatasannya ke lebih banyak negara untuk perjalanan bebas karantina.

Baca juga: Terbukti Ampuh Cegah Covid-19, Singapura Ikuti Indonesia, Akui Warganya yang Gunakan Vaksin Sinovac

Dilansir Reuters, negara ini tengah membangun kembali statusnya sebagai pusat penerbangan internasional dan bersiap hidup berdampingan dengan Covid-19 atau new normal.

Mulai 19 Oktober, orang yang sudah divaksinasi penuh dari delapan negara, termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, dan Amerika Serikat dapat memasuki Singapura tanpa karantina jika lolos tes Covid-19.

Halaman
123