Berita Pemkab Mahakam Ulu

Bantuan Rp 2 Juta untuk Petani Mulai Disalurkan, Segera Laporkan jika yang Diterima Tidak Sesuai

Editor: Diah Anggraeni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh menyerahkan secara simbolis bantuan tahunan Rp 2 juta per hektare bagi warga Mahulu yang membuka lahan pertanian kering padi gunung musim tanam 2021. Penyerahan secara simbolis ini berlangsung di Kampung Long Melaham, beberapa waktu yang lalu.

TRIBUNKALTIM.CO - Program bantuan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu (Mahulu) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk para petani mulai disalurkan.

Kepala Dinas KPP Mahulu Saripuddin mengungkapkan, penyaluran dana bantuan dengan besaran Rp 2 juta untuk per hektare lahan petani dilakukan dengan dua cara.

Ada yang ditransfer ke rekening petani, ada juga yang diserahkan langsung ke kampung-kampung.

"Tim yang ke kampung, sekaligus melakukan verifikasi. Siapa tahu ada yang kurang persyaratannya, atau ada yang kelewatan," ungkapnya.

Baca juga: Bupati Mahulu Sampaikan Jawaban Atas PU Fraksi di DPRD

Dijelaskan, beberapa kriteria yang berhak menerima bantuan ini, antara lain merupakan warga Mahulu yang dibuktikan dengan KTP, tergabung dalam gabungan kelompok tani, memiliki lahan 1 hektare, serta bukan PNS.

"Yang jelas adalah warga Mahulu, yang memang sebagai petani," tandasnya.

Lebih jauh Saparuddin menerangkan, program bantuan yang diberikan sebesar Rp 2 juta per hektare kepada tiga ribu hektare ladang petani.

Ia mengatakan, program tersebut adalah program khusus dari Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, S.H. yakni bantuan tanam, guna merangsang petani bercocok tanam padi.

"Bantuan sebesar Rp 2 juta per hektare ladang untuk merangsang warga bercocok tanam padi. Bantuan itu diperuntukkan bagi 3 ribu hektare ladang padi pada 5 kecamatan se-Mahulu," ungkap Saparuddin.

Baca juga: Sekda Mahulu Hadiri Launching Gernas BBI Kaltim 2021

Menurutnya, masyarakat yang mendapat bantuan itu wajib bergabung dalam kelompok peladang yang didaftarkan di DKPP.

"Semua ladang yang masuk dalam kelompok didata titik koordinat," bebernya.

Bantuan sebesar Rp 2 juta per hektare ladang tersebut dianggarkan oleh pemkab melalui APBD Mahulu tahun anggaran 2021 sebesar Rp 6 miliar lebih.

"Ini staf dan tim sudah di lapangan menyalurkan bantuan ini. Mudahan akhir bulan sudah selesai," imbuhnya.

Ia menegaskan, bantuan sebesar Rp 2 juta per hektare diberikan secara penuh tanpa ada potongan apapun.

"Kalau ada petani yang menerima kurang dari Rp 2 juta, segera melapor ke kami," tegasnya. (adv)