Buah Sawo

JANGAN Sembarangan, Ini Tips Menyimpan dan Mengonsumsi Buah Sawo Lengkap Manfaatnya untuk Kesehatan

Editor: Ikbal Nurkarim
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sawo, si buah sejuta manfaat. Dari buah hingga bagian pohonnya bisa dimanfaatkan. Inilah tips memilih dan menyimpan buah sawo.

Gangguan gastrointestinal merupakan penyakit yang terjadi pada saluran pencernaan.

Sawo mengandung flavonoid yang dapat berfungsi sebagai zat antidiare, antisekrotori, antiulkus, dan antispasmodik.

Selain flavonoid, senyawa tanin juga berkhasiat untuk meredakan diare.

Kanker

Asupan buah-buahan yang mengandung polifenol yang cukup setiap hari merupakan alternatif untuk pencegahan tumor dan jenis kanker tertentu.

Salah satu buah tersebut adalah sawo. Studi menyimpulkan bahwa sawo memiliki sifat antikanker.

Sawo menginduksi sitotoksisitas dalam garis sel kanker dengan mengaktifkan jalur intrinsik apoptosis dan menghambat pertumbuhan tumor.

Beberapa jenis kanker yang bisa dicegah dengan sawo antara lain kanker usus besar dan adekarsinoma.

Baca juga: Rutin Konsumsi Sawo Bisa Hindari Risiko Masuk Angin, Flu dan Radang saat Musim Hujan

Hiperglikemia

Daun tanaman sawo ternyata dapat mencegah penyakit hiperglikemia.

Hiperglikemia ditandai dengan tingginya kadar glukosa yaitu darah lebih besar dari 125 mg/dL saat puasa dan lebih besar dari 180 mg/dL 2 jam postprandial.

Sebuah studi menunjukkan bahwa ekstrak daun sawo mengandung fenolik, sterol, dan triterpen yang memiliki efek antihiperglikemia.

Manfaat Lainnya

Antioksidan

Di samping sayuran, buah juga merupakan sumber antioksidan yang baik karena kandungan vitamin, mineral, dan bermacam-macam komponen bioaktif lainnya.

Salah satu buah yang mempunyai zat antioksidan tinggi adalah sawo.

Sejumlah komponen yang ada pada sawo seperti bermacam-macam polifenol, serat, methyl 4-O-galloylchlorogenate, dan 4-O-galloylchlorogenic acid merupakan golongan antioksidan yang melindungi tubuh dari serangan radikal bebas.

Berdasarkan studi yang dilakukan, daun sawo mengandung zat antioksidan yang tinggi.

Hal ini terjadi karena pada daun sawo terdapat senyawa fenolik yang terdiri atas apigenin-7-O-α-l-rhamnoside, myricetin-3-O-α- l-rhamnoside, dan asam caffeic yang merupakan sumber antioksidan.

Baca juga: Saat Musim Penghujan, Konsumsi Sawo Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh, Banyak Mengandung Vitamin C

Bersifat Hipokolesterolemik

Senyawa fenolik yang ditemukan pada daun sawo bersifat hipokolesterolemik. Artinya, senyawa ini dapat menurunkan kadar kolesterol darah.

Senyawa lain yang bersifat hipokolesterolemik yang juga terdapat pada daun sawo adalah sterol, triterpen, dan asam lemak tak jenuh (asam oleat, asam linoleidat, dan asam linoleat).

Antiinflamasi

Daun sawo juga bisa dijadikan alternatif sebagai zat antiinflamasi karena kandungan terpenoid, steroid, flavonoid, tanin, dan glikosida di dalamnya.

Tak berbeda jauh dengan daunnya, buah sawo sendiri berperan penting dalam pengobatan penyakit radang.

Penelitian menunjukkan bahwa sawo mengandung zat-zat kumarin terprenilasi yang dapat mencegah peradangan bila dikonsumsi secara tepat dan wajar.

Antipiretik

Suhu tubuh normal orang dewasa berkisar antara 36ºC hingga 38ºC. Seseorang dikatakan demam jika suhu tubuhnya berada di atas 38ºC.

Kandungan terpenoid, steroid, flavonoid, tanin, dan glikosida pada daun sawo selain berfungsi sebagai zat anti inflamsi, tenyata juga bermanfaat sebagai zat antipiretik (penurun panas) ketika Anda demam.

Antimikroba dan Antijamur

Sawo merupakan salah satu buah yang kaya akan beragam polifenol. Polifenol inilah yang bertindak sebagai zat antimikroba dan antijamur.

Dalam penelitian menggunakan bubuk buah sawo membuktikan bahwa sawo mampu melawan beberapa mikroorganisme seperti E. coli, Staphylococcus aureus, Lactobacillus, Proteus vulgaris dan Saccharomyces cerevisiae.

Baca juga: Bisa Jadi Sumber Energi hingga Normalkan Tekanan Darah, Inilah Sejumlah Manfaat Buah Sawo

Mencegah HIV

HIV, atau human immunodeficiency virus, adalah virus yang menyebabkan AIDS (immunodeficiency syndrome). Penyakit mematikan ini menyerang sistem kekebalan tubuh dengan menghancurkan sel T CD4 +, yaitu jenis sel darah putih.

Senyawa kumarin pada sawo, selain memberikan efek antiinflamasi, juga mengandung efek antiHIV yang dapat mencegah seseorang tertular penyakit AIDS.

Antitirosinase

Tirosinase merupakan enzim yang mengandung tembaga dalam biosintesis melanin.

Jika kulit mengalami hiperpigmentasi, maka akan terjadi berbagai gangguan kulit seperti munculnya noda, bintik-bintik, bintik-bintik penuaan, dan melasma.

Hiperpigmentasi dapat dicegah dengan menghambat aktivitas tirosinase.

Oleh karena itu, sebagian besar produk pemutih kulit yang ditawarkan di pasaran mengandung inhibitor tironase.

Baca juga: Buah Sawo Ternyata Kaya Antioksidan dan Serat, Berikut Manfaatnya untuk Kesehatan

Penelitian menunjukkan bahwa pada ekstrak kulit kayu pohon sawo terdapat zat inhibitor tirosinase.

Oleh sebab itu, banyak produsen kosmetik menambahkan ekstrak kulit kayu pohon sawo pada produk-produk mereka. (*)