Virus Corona

Peran Orangtua dalam Cegah PTM tak Memicu Kenaikan Kasus Covid-19

Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi vaksinasi Covid-19 kalangan pemuda di Kalimantan Utara. Pihak sekolah serta orangtua harus menjaga anak supaya dengan PTM tidak memicu terjadi kenaikan angka Covid-19. TRIBUNKALTARA.COM/GEORGIE SILALAHI

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tiap sekolah kini mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka atau PTM. 

Pihak sekolah serta orangtua harus menjaga anak supaya dengan PTM tidak memicu terjadi kenaikan angka Covid-19.

Hal itu ditegaskan oleh dokter spesialis anak dr Melanie Yudiana Iskandar, Sp A pada seminar virtual, Kamis (14/10/2021).

Selain itu menurut pemaparan dr Melanie, anak memiliki risiko yang sama dengan orang dewasa. Anak berisiko terkena Covid-19.

Baca juga: PPKM Level 2 di Balikpapan, Walikota Rahmad Masud Izinkan Pembelajaran Tatap Muka

Baca juga: Sekolah yang Mengusulkan Pembelajaran Tatap Muka di Bontang Belum Capai 50 Persen

Baca juga: Wagub Kaltim Hadi Mulyadi Persilahkan Lakukan Pembelajaran Tatap Muka, Tapi Ini Syaratnya

Maka penting ditanamkan kepada anak-anak agar disiplin menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan.

Mungkin perbedaannya hanya di gejala. Pada anak, gejala Covid-19 terhitung ringan. Kecuali pada anak-anak yang memiliki komorbid.

Seperti obesitas atau daya tahan tubuh Rendah. Anak yang memiliki komorbid memang memiliki daya tahan tubuh lebih rendah dari anak biasa.

Di Jakarta Sudah PTM

Sekolah tatap muka terbatas diberlakukan di Jakarta dan di beberapa wilayah di Indonesia seiring penurunan kasus covid-19.

Dengan syarat, daerah tersebut berada di level tiga dan dua. Kemudian, semua civitas sekolah terutama keluarga menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Namun dokter spesialis anak dr Melanie Yudiana Iskandar, Sp A mengatakan jika aktivitas ini membuat orangtua lengah. Karena selain orang dewasa, anak bisa menjadi sumber penularan.

Anak sendiri awalnya tertular karena terkena kluster keluarga. Dengan dimulainya pembelajaran tatap muka, anak bisa menjadi sumber penularan.

Baca juga: Gerai Vaksin Presisi Sasar Universitas Balikpapan, Kejar Percepatan Proses Pembelajaran Tatap Muka

"Jadi harus betul betul hati-hati," ungkapnya. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judulSekolah Tatap Muka Digelar, Dokter Ingatkan Anak Bisa Jadi Sumber Penularan