Berita Balikpapan Terkini

Enggan Diajak Malam Mingguan, Seorang Wanita di Balikpapan Nyaris Jadi Korban Penganiayaan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pelaku pengancaman, MA (29) berhasil diamankan setelah melakukan pengancaman terhadap seorang wanita di kawasan Balikpapan Utara, Sabtu (16/10/2021) kemarin.  HO/POLSEK BALIKPAPAN UTARA

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang pria MA (29) terpaksa digelandang ke Makopolsek Balikpapan Utara lantaran melakukan pengancaman dengan senjata tajam (sajam) jenis badik.

Ia dibekuk kepolisian di kawasan Jalan AW Syahrani, Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, kemarin (16/10/2021) lalu, sekira pukul 23.30 Wita.

Sebelumya MA diamankan warga bersama anggota Opsnal Polsek Balikpapan Utara akibat mengamuk di rumah kekasihnya.

Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso melalui Kapolsek Balikpapan Utara, Kompol Danang Aries Susanto menjelaskan MA mengamuk di rumah kekasihnya tersebut lantaran sang kekasih menolak diajak keluar rumah untuk jalan.

"Pacarnya enggak mau diajak jalan-jalan sama dia (pelaku), jadi dia marah dan mengamuk," ujarnya, Minggu (17/10/2021).

Baca juga: Pelaku Percobaan Perampokan di Samarinda Jadi Tersangka, Diancam Pasal Pencurian dan Pengancaman

Baca juga: Sampaikan Maaf Lewat Video, Pelaku Pengancaman Polisi di Samarinda: Jangan Mencontoh Tindakan Saya

Baca juga: Biar Kasus Pengancaman Terhadap Perawat Cepat Selesai, Ganjar Pranowo Minta Korban Melapor Polisi

Saat mengamuk, sambung Danang, MA mengeluarkan sebilah badik yang sudah ia bawa dari rumahnya. Merasa terancam, kekasih MA pun melapor ke aparat RT setempat yang diteruskan ke Polsek Balikpapan Utara.

"Takut pacarnya dengan keadan tersebut, sehingga melaporkan pertama ke RT kemudian ke anggota Polsek Balikpapan Utara," jelasnya.

MA kemudian diamankan petugas sambil ditenangkan emosinya. Namun untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan MA dibawa ke Makopolsek Balikpapan Utara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.  "Kita amankan sebilah badik beserta sarungnya," tambah Danang.

Kata Danang, MA dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 tahun 1951, dengan ancaman pidana penjara minimal satu tahun. (*)