Berita Berau Terkini

Dinas Pertanahan Berau Serius Tangani Lahan SMPN 1 Bidukbiduk, Hanya Saja Terkendala Aturan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemkab Berau melakukan rapat terkait lahan SMPN 1 Bidukbiduk.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI

“Kami bukan tidak serius ya, kami jelaskan kalau ada beberapa hal yang perlu sangat hati-hati kita lakukan sebelum mengambil tindakan, apalagi ini hubungannya dengan ganti rugi,” katanya.

Menurutnya, proses akan dipercepat di anggaran murni tahun 2022 dengan beberapa rekomendasi. Dan bekerjasama dengan jasa penilai publik.

Yang terpasti, fokus mereka adalah pembebasan lahan. Jasa penilai publik yang sudah dipersiapkan ada dua, yakni berasal dari Balikpapan dan Bogor.

Sebab dua instansi tersebut sangat siap, namun harus ada beberapa aturan yang tuntas terlebih dahulu. Seperti, sertifikat harus balik nama terlebih dahulu.

Supriyanto mengakui, sertifikat tersebut bukan tertera oleh nama ahli waris, melainkan nama orangtua ahli waris. Hal itu bisa saja menjadi kendala.

Baca juga: Tiga Pencuri BBM di Berau Dibekuk, Polisi Sita 111 Jerigen

Kemudian, sebelum pembebasan lahan, pihaknya harus menyiapkan peta bidang dan ukuran yang pasti. Informasi terbaru dari pihaknya, luas lahan yang diakui sebesar 2 hektar.

Pihaknya harus mendapatkan data real dahulu.

“Harus ada dokumen pasti dulu, luas lahan yang pasti, baru bisa diproses. Sesuai dengan aturan baru,” tutupnya.

Bersamaan dengan pembebasan lahan SMPN 1 Bidukbiduk ini, Supriyanto mengakui akan ada 4 paket lainnya yang masuk dalam paket pembebasan lahan.

Antara lain, pembebasan lahan pembangunan SD baru, jembatan timbang, perluasan stadion mini dan kawasan PDAM Gurimbang.

“Akan dituntaskan di 2022 ya, karena sudah ada titik temunya,” tutupnya. (*)