Berita Samarinda Terkini

Kota Samarinda Raih Penghargaan Daerah Tertib Ukur Seluruh Indonesia

Penulis: Hanifan Ma'ruf
Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Walikota Samarinda, Andi Harun membagikan 200 timbangan digital kepada pedagang pasar tradisional di Kota Samarinda atas penghargaan kota Samarinda sebagai daerah tertib ukur terbaik tingkat nasional, Senin (18/10/2021). TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF

Seperti kerjasama dengan Bank Kaltimtara dalam pembayaran e-retribusi dimana pembayaran retribusi pedagang dilakukan secara digital menggunakan kartu komunitas.

Andi Harun berharap penerapan teknologi ini bisa diikuti oleh pasar lainnya untuk mencegah kebocoran retribusi.

Baca juga: Pemkot Samarinda Punya Nomor Darurat, Masyarakat Bisa Telepon ke 112

Sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Samarinda.

"Kita tidak bisa menghindari perkembangan teknologi, kita harap pasar ini bisa terus menerapkan digitalisasi dengan pembayaran cashless untuk mencegah kebocoran retribusi," sebut Andi Harun lebih lanjut.

Kepala Dinas Perdagangan, Marnabas dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa penghargaan sebagai salah satu daerah tertib ukur terbaik secara nasional yang diraih Samarinda tak terlepas dari kedisplinan pedagang di pasar tradisional dan sektor lainnya dalam menerapkan uji tera secara berkala.

"Uji tera kita lakukan di semua pasar, biaya nya hanya Rp 5000, kita bersihkan tera nya sehingga (pengukurannya) betul-betul akurat," sebut Marnabas.

Baca juga: Pemkot Samarinda Punya Nomor Darurat, Masyarakat Bisa Telepon ke 112

Adapun pengujian tera tidak hanya dilakukan di pasar tradisional, namun juga di beberapa tempat seperti SPBU dalam hal ukur takaran dan kesesuaian harga.

Dalam kesempatan kunjungannya di Pasar Merdeka, Walikota Andi Harun juga sempat mengecek beberapa jenis timbangan pedagang berupa timbangan kodok, timbangan duduk hingga timbangan gantung.

Orang nomor satu di Samarinda itu pun menekankan kepada seluruh pedagang agar mengedepankan kejujuran dalam berniaga dan tidak mempermainkan timbangan. (*)