Virus Corona di Balikpapan

Limbah Medis RSUD Beriman Balikpapan Tembus 5 Ribu Kg saat Covid-19 Melonjak

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi tempat sampah infeksius guna menampung limbah medis B3 berbahaya sekali pakai di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Limbah medis di RSUD Beriman, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, mencapai 5 ribu kilogram per bulan.

Melonjaknya kasus Covid-19 beberapa waktu lalu di Kota Balikpapan membuat sampah medis melonjak.

Hal tersebut disampaikan Staf Sanitasi RSUD Beriman Balikpapan, Antin Irmawati pada Senin (18/10/2021).

“Memang di bulan Juni-Juli ada peningkatan dratis untuk limbah medis Covid-19. Pada saat Covid-19 naik paling tinggi 4 sampai 5 ribu kg per bulan,” ujarnya kepada TribunKaltim.co.

Baca juga: RSUD Beriman Khusus Pasien Covid-19, Satgas Bersurat ke RS di Balikpapan

Baca juga: RSUD Beriman Balikpapan Hanya Rawat 6 Pasien Covid-19, Rumah Sakit Rujukan Lengang

Baca juga: RSUD Beriman Balikpapan Diusulkan jadi Rumah Sakit Khusus Pasien Covid-19

Sementara itu, jumlah limbah medis Covid-19 harian mencapai 100 sampai 200 kg.

Sedangkan, saat tidak ada lonjakan rata-rata hanya berkisar 50 sampai 100 kg saja.

"Pada saat Agustus sampai September kasus Covid-19 mulai turun jadi mulai normal kembali setiap pengangkutan 100 sampai 200 kg,” terangnya.

Limbah medis Covid-19, termasuk makanan dan tempat minum pasien. Hal ini yang membuat volume sampah medis meningkat.

Baca juga: Punya 38 Kasur, RSUD Beriman Balikpapan Telah Penuh Tampung Pasien Covid-19, Usul Tambah Ruang

Untuk pengelolaannya, bekerjasama dengan pihak ketiga yang memiliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sebab, untuk pengelolaan limbah medis Covid-19 berbeda dengan limbah non medis. Untuk limbah medis Covid-19 sebelum diangkut ke TPS harus disemprot.

“Pengolahan limbah medis kita bekerjasama dengan pihak ketiga. Kita melakukan penyemprotan dengan disinvekti dulu jadi untuk keamanan pada saat pengangkutan,” terangnya.

Selain itu, RSUD Beriman juga sempat melakukan pembakaran sampah medis Covid-19 menggunakan insinerator.

Baca juga: RSKD Balikpapan Penuh, RSUD Beriman Diproyeksi Jadi RS Khusus Covid-19

Hanya saja kini alat pembakaran milik RSUD Beriman itu tengah rusak. Meski baru digunakan sejak Agustus 2021 lalu. (*)