Berita DPRD Kalimantan Timur

Nidya Listiyono Gencarkan Pemahaman Pajak untuk Pembangunan

Editor: Diah Anggraeni
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono saat menggelar Sosperda tentang Pajak Daerah di SDN 016, Jalan Pangeran Antasari, Jumat (15/10/2021).

TRIBUNKALTIM.CO - Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 1 Tahun 2019 tentang Pajak Daerah di SDN 016, Jalan Pangeran Antasari, Jumat (15/10/2021).

"Maksud dan tujuan kegiatan pada hari ini yaitu untuk memberitahukan pada masyarakat tentang Perda Pajak Daerah," ungkap Tio, sapaan akrab Nidya Listiyono.

Baca juga: DPRD Kaltim Dorong Pemerintah Percepat Pemerataan Listrik dan Air di Desa

Proses pembuatan perda ini dilakukan sebelum ia dilantik menjadi anggota DPRD periode 2019-2024 pada September 2019,

Bisa dikatakan bahwa perda ini sudah dibentuk oleh DPRD periode sebelumnya.

"Kami di sini hanya melanjutkan Perda yang sudah dibentuk dan disahkan DPRD sebelumnya. Kalau ada yang bertanya mengapa tidak dilibatkan tahu-tahu sudah sosialisasi, jadi Perda ini prosesnya itu pada tahun 2018-2019," jelasnya.

Baca juga: Belajar soal Dinamika Proses Seleksi Penerimaan Calon Anggota, Timsel Studi Banding ke KPID Jatim

Kalau nantinya ada masyarakat yang mau ikut dalam proses pembuatan perda, kata Tio, ia mempersilakan karena itu dibuka secara umum dalam kegiatan uji publik.

"Di sana banyak orang-orang yang dilibatkan seperti akademisi, mahasiswa dan masyarakat lainnya. Mereka akan memberikan masukan saat Perda belum disahkan," bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Tio memaparkan bahwa perda yang ia sosialisasikan berkaitan dengan pajak kendaraan bermotor (PKB).

"Pajak ini digunakan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan. Jadi pem-bangunan yang bagaimana, yakni pembangunan terkait infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lainnya," terangnya.

Baca juga: Percepat Terciptanya Herd Immunity, Dewan Imbau Masyarakat Manfaatkan Vaksinasi

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim, kata Tio, sudah merills informasi keuangan pajak daerah dalam bentuk real time terupdate.

Masyarakat pun bisa mengakses dan mengetahui berapa banyak pajak daerah yang telah diterima Bapenda pada hari ini selama satu bulan, bahkan per tahun.

"Semua informasi itu dipublikasikan oleh Bapenda menggunakan aplikasi Simpator, siapa saja bisa mengakses. Kita juga bisa mengetahui berapa banyak pajak yang harus kita bayarkan. Proses pembayarannya juga gampang bisa melalui Pos, Indomaret, Alfamart, pay-ment point lainnya yang sudah bekerja sama dengan Bapenda. Salah satunya melalui Bhabinkamtibmas, mereka akan membantu membayarkan pajak masyarakat,"paparnya. (adv)