Berita Kubar Terkini

Pasokam BBM di Kubar Mulai Stabil, Namun Antrean Kendaraan di Sejumlah SPBU Masih Padat

Penulis: Zainul
Editor: Samir Paturusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Meski secara perlahan pasokan BBM  mulai stabil, antrean panjang di SPBU maupun APMS Kubar masih tidak dapat terelakkan. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL

TRIBUNKALTIM.CO,SENDAWAR - Pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kutai Barat, sempat mengalami kelangkaan dan membuat masyarakat panik beberapa waktu yang lalu.

Kini peredaran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) perlahan mulai stabil dan tersedia.

Khususnya untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax yang juga sempat mengalami kekurangan pasokan.

Hal tersebut tidak terlepas dari upaya pihak Pertamina yang sejak beberapa hari lalu sudah menambah dan mempercepat pendistribusian BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Yang mana biasanya dalam satu hari hanya ada pengiriman 1 atau 2 mobil tanki BBM saja ke Kubar, sekarang bisa mencapai 3 mobil tanki BBM.

Baca juga: Apakah Benar Sering Gonta-ganti BBM Bisa Merusak Mesin Kendaraan Anda? Ini Penjelasannya

Baca juga: Pemkab Tingkatkan Pengawasan Distribusi BBM di SPBU dan APMS yang Beroperasi di Kutai Barat

Baca juga: Tiga Pencuri BBM di Berau Dibekuk, Polisi Sita 111 Jerigen

"Kemarin memang sempat kekurangan tapi sekarang sudah mulai stabil. Pengiriman juga sampai ditambah frekuensinya.

Yang semula satu atau dua mobil saja sekarang sampai 3 mobil dalam satu hari. Sampai nanti keadaannya stabil seperti semula," kata Anton penanggung jawab SPBU Belintut, Senin (18/10/2021).

Meskipun secara perlahan sudah mulai stabil, namun antrean panjang masih tetap mewarnai pengisian bahan bakar minyak ini.

Baik itu di SPBU maupun di Agen Premium Minyak dan Solar (APMS). Hal tersebut dikarenakan BBM jenis premium sudah tidak lagi tersedia.

"Kalau untuk premium sudah tidak lagi diambil, sekarang di ganti menjadi pertalite. Namun untuk di SPBU Belintut, ini masih kita ajukan ke pihak Pertamina. Sebab ada dua klasifikasi yakni program Langit Biru dan yang biasa. Nanti tergantung dari pemilik SPBU saja lagi. Kan SPBU ini dikelola secara swasta," terang Anton.

Baca juga: Kapal Pengangkut BBM Tiba di Tarakan, Jamin Stok BBM Kembali Normal

Tidak adanya BBM jenis premium ini pula yang menjadikan antrean panjang selalu terlihat dalam beberapa hari terakhir.

Sebab, hampir setiap kendaraan yang mengantre hanya bisa melakukan pembelian BBM jenis Pertalite dan Pertamax.

Ditambah lagi dengan para pengetap BBM yang ikut mengantre untuk bisa dijual kembali di eceran. (*)