Berita Penajam Terkini

Puluhan Siswa di Penajam Paser Utara Terpaksa Belajar Beralaskan Tikar

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Situasi belajar mengajar sekolah MI Al-Maun dengan hanya beralaskan karpet. TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah atau MI Al-Maun Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur (Kaltim) terpaksa belajar sambil lesehan di atas tikar.

Saat TribunKaltim.co berkunjung ke ruang belajar kelas enam di sekolah tersebut, terlihat seorang guru sedang memberikan pelajaran kepada beberapa murid.

Terlihat siswa duduk rapi dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) menggunakan masker dan menjaga jarak di lantai beralaskan tikar itu

"Iya belajar hanya pakai tikar, pakai karpet," kata Kepala MI Al-Maun, Sugina, Senin (18/10/2021).

Sebelumnya, MI Al-Maun Penajam merupakan sekolah terdampak tragedi kerusuhan akibat tindakan anarkis massa yang membakar pemukiman warga di Gang Buaya dan sekitar Pelabuhan Feri Penanam pada 16 Oktober 2019 lalu.

Baca juga: PTM Terbatas Digelar, Disdik Balikpapan Jamin Kuota Internet Gratis Masih Tetap Jalan

Baca juga: Dinas Pendidikan Beber Evaluasi PTM Hari Pertama di Balikpapan, 70 Persen Siswa Datang ke Sekolah

Baca juga: PT WKP Tolak PTM di Lingkungannya, Kadisdikpora PPU Sebut Perusahaan Abaikan Ketentuan Daerah

Meski demikian, akhirnya Pemkab PPU memberikan bantuan dengan mambangun gedung baru sekolah swasta tersebut pada tahun 2021 meski tanpa kursi dan meja.  "Kita bersyukur sudah dibangunkan (sekolah)," kata dia.

Dikatakan Sugina, hingga saat ini pihaknya masih berusaha mencari bantuan dari berbagai kalangan baik itu masyarakat maupun perusahaan yang ada di Kabupaten PPU terkait dengan fasilitas kursi dan meja.

"Sekarang kita berusaha lagi mencari bantuan, kita sedang pikirkan. Kami sudah minta (kursi). Kita juga sudah kirim proposal-proposal ke perusahaan-perusahan di Penajam Paser Utara," ujarnya.

Sekolah MI Al-Maun saat ini memiliki lebih dari 80 siswa dan 6 ruangan kelas. Saat ini satu ruang kelas digunakan untuk dua kelas.

"Ini kan 6 kelas saja, mudah-mudahan nanti ada tambahan kelas lagi, saat ini satu ruangan dibuat belajar untuk dua kelas," pungkasnya. (*)