Virus Corona

WHO Peringatkan Pandemi Covid-19 akan Berlanjut hingga 2022, Ini Alasannya

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengiriman vaksin Covid-19 dari Covax mendarat di Sudan pada awal Oktober 2021.

TRIBUNKALTIM.CO - Pandemi Covid-19 akan "berlangsung selama satu tahun lebih lama dari yang seharusnya" karena negara-negara miskin tidak mendapatkan vaksin yang mereka butuhkan, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dr Bruce Aylward, pemimpin senior di WHO, mengatakan itu berarti krisis Covid-19 dapat "dengan mudah berlarut-larut hingga 2022".

Kurang dari 5 persen populasi Afrika telah divaksinasi, dibandingkan dengan 40 persen di sebagian besar benua lain.

Inggris telah mengirimkan lebih dari 10 juta vaksin ke negara-negara yang membutuhkan.

Dan telah menjanjikan total sebesar 100 juta.

Baca juga: WHO Prediksi Indonesia 0 Kasus Covid-19 Juli 2022, Wagub Kaltim Hadi Mulyadi: Semoga Lebih Cepat

Baca juga: Akhirnya WHO Bongkar Dugaan Siapa Pasien Pertama Covid-19, Teori Kebocoran Lab Wuhan Menguat

Sebagian besar vaksin Covid-19 telah diberikan di negara-negara berpenghasilan tinggi atau menengah ke atas.

Afrika menyumbang hanya 2,6 persen dari dosis yang diberikan secara global.

Kelompok amal, yang mencakup Oxfam dan UNAids, juga mengkritik Kanada dan Inggris karena menyediakan vaksin untuk populasi mereka sendiri melalui Covax, yakni program global yang didukung PBB untuk mendistribusikan vaksin secara adil.

Halaman
1234