Berita Bontang Terkini

Batik Ramah Lingkungan Karya Kelompok IRT Guntung Bontang, Raup Jutaan Rupiah

Penulis: Ismail Usman
Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana dan aktivitas rumah produksi ecoprint dari kelompok binaan Pertagas di Guntung, Bontang Utara, Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Berjibaku dengan bekal pengalaman, diperdalam dengan ilmu terapan, serta diperkuat dengan tekad dan kebersamaan, melandasi semangat kelompok ibu rumah tangga di RT 01 Guntung, Bontang Utara, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, untuk terus menghasilkan karya.

Kumpulan orang yang beranggotakan 9 ibu rumah tangga ini menamai dirinya 'Kelompok Perempuan Matahari'.

Nama matahari dipakai lantaran banyak mengandung makna.

Bukan hanya manfaat dari sinarnya, tetapi matahari memilik filosifi yang kental terhadap kesetiaan pada satu tujuan.

Baca juga: Bontang Raih Adipura ASEAN, Wawali Najirah Apresiasi Atas Kesadaran Warga Jaga Lingkungan

Baca juga: Motif Batik Khas Bumi Batiwakkal Berau Diharapkan Bisa Bertambah

Baca juga: Diresmikan, Warga Bontang Kini Dapat Menikmati 251 Titik Wifi yang Disediakan Secara Gratis

Kelompok perempuan ini sejatinya terbentuk berkat dari program CSR PT Pertamina Gas (Pertagas). Tepatnya 2018 silam.

Kala itu, Pertagas melakukan intervensi. Perusahaan energi milik negara ini memberikan pelatihan melalui program CSR untuk pemberdayaan masyarakat.

Walhasil, kelompok binaan Pertagas itu kini mengahasil karya inovasi produk Batik yang dilabeli Daon Jajar Ecoprint.

Kehebatan dari produk ke 9 ibu rumah tangga itu, selain coraknya lebih eksotis, produksi batik kelompok binaan Pertagas ini juga berbahan baku yang ramah lingkungan.

Baca juga: Pupuk Kaltim Tingkatkan Daya Saing Batik Lokal Bontang Melalui SNI

Batik Ecoprint ini diproduksi menggunakan zat pewarna alami dari kulit pohon.

Motif daun itu juga menggunakan dedaunan asli dari berbagai jenis tumbuhan seperti daun singkong, pepaya, dan seri.

Halaman
1234