Bantuan Sosial

TNI dan Polri Ditarget Salurkan Bantuan PKL dan Warung 4.500 Penerima di Tarakan

Editor: Samir Paturusi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penerima bantuan tunai yang merupakan PKL dan pemilik warung saat menerima bantuan di Kodim 0907 Tarakan.TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN – Kegiatan penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) masih dilaksanakan Sabtu (16/10/2021) kemarin.

Kegiatan pembagian direncakan berlangsung tiga hari agar menghindari kerumunan orang di Kodim 0907 Tarakan. Kegiatan penyaluran sudah dilakukan sejak Jumat (15/ 10/2021) sampai hari Senin (18/10/2021) besok.

Dikatakan Wali Kota Tarakan, Khairul ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kontribusi TNI yang sudah ikut membantu menyalurkan Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) dari pemerintah pusat kepada penerima yang berhak.

Adapun targetnya sendiri untuk di jajaran TNI yakni dilaksanakan Kodim 0907 Tarakan sebanyak 4.500 PKL dan warung.

Polri dalam hal ini Polres Tarakan juga ditargetkan 4.500 PKL dan warung yang menerima bantuan.

Baca juga: Tahun 2022 Mendatang, Kementerian Sosial Usulkan Seluruh Anak Yatim Terima Bantuan Sosial

Baca juga: TERJAWAB KAPAN CAIR! Cek Penerima Bantuan UMKM 2021 Tahap 4/3 di eform.bri.co.id/bpum/banpresbpum.id

Baca juga: CARA CEK Bantuan UMKM 2021: Cek Penerima BPUM Tahap 3/Tahap 4 di eform.bri.co.id/bpum/banpresbpum.id

Syaratnya sendiri lanjut Khairul yang mendapatkan adalah yang belum pernah menerima bantuan sebelum-sebelumnya dari pemerintah.

Misalnya yang belum mendapatkan BPUM, kemudian yang belum mendapatkan bantuan dari lewat Disdagkop dan UMKM Tarakan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan serta Dinas Pariwisata Kota Tarakan.

“Itu tidak boleh double. Maka saya minta kepala dinasnya supaya inventarisasi dan identifikasi para PKL kita di lapangan yang belum dapat. Supaya uang yang dialokasikan pemerintah bisa tersalurkan dengan baik,” ujar Khairul.

Ia melanjutkan, minimal bisa meringankan di tengah pandemi sehingga aktivitas usaha bisa tetap berjalan sambil terus berdoa agar pandemi yang dihadapi saat ini bisa segera berakhir.

Lebih lanjut ia menjelaskan, perkiraan jumlah UMKM di Tarakan mencapai 7.000-an. Berbeda pula dengan kategori PKL.

“Kalau PKL kita banyak sekali dan itu yang sering tidak terdaftar. Nah kalau UMKM kan ada izin usaha terdaftar, kalau PKL tidak punya. Makanya disasar seperti pedagang keliling, jualan di pinggir jalan,” jelasnya.

Adapun UMKM yang terdaftar tidak berhak mendapatkan karena tahun 2020 dan tahun ini sudah mendapatkan jenis bantuan lain dari pemerintah pusat.

Baca juga: DIPERPANJANG! Cek Penerima Bantuan UMKM 2021 Tahap 4/3 Via Login banpresbpum.id/eform.bri.co.id/bpum

“Kalau tahun lalu ada prakerja, sekarang sasar PKL. Kesulitan kita karena mereka mobile. Itu yang perlu kerja sama camat, lurah, RT, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Syaratnya Cuma satu gak boleh dapat double,” jelasnya.

Atau lanjutnya di dalam sebuah KK ada dua usaha, maka hanya ada satu yang berhak menerima.

“Kalau suaminya PKL, istrinya juga PKL gak boleh double. Jadi satu aja dapatnya,” pungkasnya. (*)