Berita Nunukan Terkini

Kasus Dugaan Penganiayaan, Polda Kaltara Beber Kemungkinan AKBP SA Kembali Jabat Kapolres Nunukan

Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat. AKBP SA pun dimutasi menjadi Pamen pada Polda Kaltara untuk keperluan pemeriksaan oleh Bidpropam Polda Kaltara, Selasa (26/10/2021).

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - AKBP SA, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Nunukan kini menjadi sorotan.

Lantaran lulusan Akpol 1999 itu terekam memukuli anak buahnya Brigadir SL hingga tersungkur dalam suatu acara di Aula Polres Nunukan, pada Kamis lalu.

Rekaman tersebut menjadi viral, dan berbuntut pada pencopotan AKBP SA sebagai Kapolres Nunukan.

Kini, AKBP SA tengah menjalani pemeriksaan oleh Bidprompan Polda Kaltara, ia dan Brigadir SL diperiksa pada pukul 14.00 Wita, Selasa 26 Oktober 2021.

Baca juga: NEWS VIDEO Harta Kekayaan Kapolres Nunukan yang Tendang Anggotanya Capai Rp 685 Juta

Baca juga: Brigadir SL, Korban Aniaya Kapolres Nunukan Minta Maaf, Viral di Media Sosial

Baca juga: TERBONGKAR Alasan Korban Penganiayaan Kapolres Nunukan Sebar Video, Cek Klarifikasi Brigadir SL

AKBP SA pun dimutasi menjadi Pamen pada Polda Kaltara untuk keperluan pemeriksaan oleh Bidpropam Polda Kaltara.

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmat, Selasa (26/10/2021).

"Yang bersangkutan AKBP SA dan Brigadir SL telah kami periksa di Propam Polda Kaltara," ujar Kombes Pol Budi Rachmat.

Terkait kemungkinan AKBP SA kembali menjabat sebagai Kapolres Nunukan, Kombes Pol Budi mengatakan bahwa hal tersebut sangat tergantung oleh dua hal.

Baca juga: Kapolres Nunukan AKBP SA Diperiksa Bidpropam Polda Kaltara, Kapolda Ambil Alih Tugas Jabatan

Yakni hasil pemeriksaan dari Bidpropam Polda Kaltara, dan keputusan Kapolda Kaltara.

"Itu kita lihat hasil pemeriksaan dari Bidpropam, apakah nanti bersalah atau seperti apa," ujarnya.

"Kalau menjadi Kapolres kembali, itu tergantung dari Kapolda ya kalau tidak berkenan ya bisa saja digantikan," tambahnya.

Terkait lama waktu pemeriksaan hingga keputusan didapatkan, dirinya mengaku hal tersebut sangat bergantung pada proses pemeriksaan.

Baca juga: NEWS VIDEO Terkuak Penyebab Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar Hajar Brigadir Sony

"Proses pemeriksaan tergantung, kalau pemeriksaan dilakukan cepat, bukti terkumpul, itu bisa langsung berlanjut ke sidang disiplin dan kode etik," katanya.

"Karena memang ini prosesnya ada mekanisme yang harus dilalui," ujarnya. (*)