Berita Kaltara Terkini

Kemungkinan Dibawa ke Pidana, Ini Jawaban Wakapolda Kaltara Terkait Kasus AKBP SA

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Erwin Zadma.TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAM FAWDI

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG SELOR- Pemukulan AKBP SA kepada Brigadir SL berbuntut panjang.

Setelah video pemukulan tersebut viral, jabatan AKBP SA yakni sebagai Kapolres Nunukan pun dicopot.

Lulusan Akpol 1999 itu, kini dimutasi sebagai Pamen Biro SDM Polda Kaltara selama masa pemeriksaan oleh Bidpropam Polda Kaltara berlangsung.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolda Kaltara Brigjen Pol Erwin Zadma mengatakan, hingga saat ini proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Masih, masih diperiksa, proses pemeriksaan itu diperiksa kejadian kemarin bagaimana ini masih dilengkapi," kata Brigjen Pol Erwin Zadma, Rabu (27/10/2021).

Baca juga: Polda Kaltara Umumkan Plt Kapolres Nunukan, AKBP SA tak Lagi Menjabat, Imbas Dugaan Aniaya Anak Buah

Baca juga: Pengakuan Kapolres Nunukan yang Hajar Anak Buahnya, Emosi Saat Ada Masalah Saat Zoom, Korban Tak Ada

Baca juga: Kasus Dugaan Penganiayaan, Polda Kaltara Beber Kemungkinan AKBP SA Kembali Jabat Kapolres Nunukan

Menurut Brigjen Pol Erwin, AKBP SA telah mengakui perbuatannya, Ia juga mengatakan, bahwa AKBP SA terbawa emosi akibat kelalaian Brigadir SL saat bertugas.

"Ya mereka mengakui, Kapolres emosilah waktu itu, dan SL itu juga lalai, karena saat perintah di situ, dia tidak ada," tuturnya.

Jenderal bintang satu ini menyampaikan, kemungkinan perbuatan AKBP SA dibawa ke ranah pidana, tergantung dari hasil pemeriksaan dan persidangan disiplin dan kode etik nanti.

Selain itu, menurutnya proses pemeriksaan dan sidang disiplin dan kode etik kemungkinan akan memakan waktu selama satu minggu.

Baca juga: TERBARU Kapolres Nunukan Pukul Anggotanya, 6 Kasus Anggota Polisi yang Jadi Sorotan & Nasibnya Kini

"Nanti kita lihat hasil pemeriksaannya itu," katanya.

"Nanti diperiksa, alat buktinya juga, dan juga saksi-saksi, paling seminggu kita tunggu akan ada hasilnya," tuturnya. (*)