Virus Corona di Bulungan

Cakupan Vaksinasi Covid-19 di Desa Long Beluah Bulungan Capai 50 Persen

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siswa mengikuti pelaksanaan PTM Terbatas di SMAN 1 Tanjung Palas Barat, Desa Long Beluah, dengan penerapan prokes Covid-19.

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Cakupan vaksinasi Covid-19 di desa di wilayah hulu Sungai Kayan, yakni Desa Long Beluah, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, di atas 50 persen.

Menurut Kepala Desa Long Beluah Yusran, cakupan vaksinasi di wilayahnya sudah mencapai 70 persen untuk vaksinasi dosis pertama dan 50 persen untuk vaksinasi dosis kedua.

"Kalau vaksin satu sudah 70 persen kalau vaksin dua sudah sekitar 50 persen," kata Yusran, Senin (8/11/2021).

Ia menilai, cakupan vaksinasi yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan desa-desa lainnya di Kecamatan Tanjung Palas Barat dikarenakan karena ketersediaan stok vaksin tiap harinya.

Baca juga: Jalan Poros Gunung Seriang-Peso Rusak, Kades Long Beluah Harapkan Bantuan Pemkab Bulungan

Baca juga: PTM Berjalan 3 Minggu, Kepala SMAN 1 Tanjung Palas Barat Kabupaten Bulungan, Sebut Nol Covid-19

Baca juga: NEWS VIDEO Mensos Risma Dianugerahi Gelar Adat Adji Nasyrah dari Kesultanan Bulungan

Menurutnya pihak Puskesmas setempat menyiapkan 10-14 dosis vaksin bagi warga yang hendak divaksin.

"Vaksin kita di Puskesmas itu tersedia, setiap hari dari sana siapkan untuk 14 orang yang mau divaksin," ujarnya.

Dengan semakin tingginya cakupan vaksinasi, Yusran mendorong agar pelaksanaan pembelajaran tatap muka atau PTM Terbatas terus dilanjutkan.

Mengingat kondisi desa Long Beluah tidak memiliki sinyal jaringan internet, sehingga menyulitkan murid untuk melaksanakan belajar dari rumah (BDR) secara daring.

Baca juga: Polres Bulungan Sasar Warga Area TPI Sabanar dalam Agenda Vaksinasi Covid-19

"PTM sudah berjalan dua bulan ini, dan kami ingin tatap muka dilanjutkan terus," ujarnya.

Ia mengaku, dalam pelaksanaan PTM Terbatas kemarin sempat ada beberapa siswa yang terpapar Covid-19, seperti di SDN 04 Tanjung Palas Barat.

Namun dengan penanganan yang sigap dari pihak sekolah dan Puskesmas serta penerapan protokol kesehatan, kasus tersebut tidak sampai membesar dan membentuk klaster sekolah.

"Memang kemarin ada yang terpapar tapi tidak merebak, dan itu dihentikan sementara, tapi sekarang sudah lanjut kembali," katanya.

"Dan sekarang kita teruskan rekomendasi PTM itu, jadi kita lanjutkan saja, silakan tatap muka," tuturnya. (*)