Virus Corona di Bontang

Batasi Jatah Pengiriman dari Pusat, Satgas Bontang Tolak 40 Ribu Dosis Vaksin Covid-19

Penulis: Ismail Usman
Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana, beber, pembatasan pengiriman jatah vaksin ini lantaran melihat tren partisipasi vaksin belakangan menurun drastis.

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Tim Satgas Covid-19 Bontang mulai akan membatasi kuota pengiriman jatah vaksin dari pemerintah pusat.

Pembatasan pengiriman jatah vaksin ini lantaran melihat tren partisipasi vaksin belakangan menurun drastis.

"Jangan sampai jatah vaksin kita banyak, tapi ternyata tidak tersalurkan ke masyarakat. Takutnya nanti expired," ujar Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana, Jumat (19/11/2021).

Selain itu, tim satgas juga belakangan ini lebih selektif lagi memilih jatah vaksin dari pemerintah pusat.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Bontang, Aturan PPKM Level 3 pada Desember Diperketat

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Bontang, 3 Pasien Covid-19 Sembuh dan 4 Wilayah Berstatus Zona Hijau

Baca juga: Efek PPKM Level 2 di Terminal Lempake Samarinda Bagi Trayek Bontang dan Sangatta

Karena ada vaksin yang dikirim tapi waktu expirednya sisa dua minggu. Karena perna ada 40 ribu vaksin dikirim, tapi kami tolak karena sudah mau kadaluwarsa.

"Makanya kita pilih-pilih juga," tuturnya.

Ditambah lagi, partisipasi masyatakat pascatren vaksinasi mencapai 76 persen, terpantau menurun drastis.

Sehingga tim satgas saat ini mulai kesulitan menjaring masyarakat yang ingin vaksin.

"Yang 25 persen target ini sekarang susah dijangkau. Ini sisa masyarakat yang tidak punya kepentingan untuk vaksin," bebernya.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Bontang, Tambahan Kasus Aktif 201 Orang, Sisa 1 Wilayah Zona Orange

Sebagai informasi, capaian vaksin saat ini mencapai 76 persen atau setara 102.633 orang dari target yang ditetapkan sebanyak 134.666 penerima.

Artinya masih ada tersisa 32.033 masyarakat di Bontang yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19. (*)