Berita Balikpapan Terkini

Pekerja Seni Balikpapan Banyak Terkena Dampak dari Pandemi, Produksi Film Dibatasi

Penulis: Aneke Pratiwi
Editor: Rahmad Taufiq
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Proses pembuatan film pendek tim Bpn projex untuk lomba Kaltim Film Festival. TRIBUNKALTIM.CO/ANEKE PRATIWI

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Pekerja di bidang seni merupakan profesi yang banyak terkena dampak sejak awal pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia termasuk di Kota Balikpapan.

Salah satunya dirasakan oleh Horas Simamora, seorang pekerja seni Balikpapan dalam pembuatan film pendek sinematik.

Pasalnya masa pandemi ini sangat membatasi dalam memproduksi film khususnya finansial.

“Sebenarnya kalau dibilang terhambat, iya terhambat, karena untuk memproduksi film itu rata-rata aku pakai biaya pribadi dan biayanya besar, jadi semenjak pandemi usahaku juga kena dampak yang akhirnya bikin aku nggak berani spend uang terlalu banyak,” ungkap Horas kepada Tribunkaltim.co, Jumat (19/11/2021).

Dia sudah mulai menghasilkan karya sejak tahun 2016.

Baca juga: Polwan Polda Kaltim Salurkan 176 Paket Sembako ke Seniman dan Disabilitas di Balikpapan

Baca juga: Seni Kanji Kolaborasi Dengan Brand dan Seniman di Balikpapan

Selama kurun waktu itu, dia sudah hasilkan sekitar seratus karya.

Karyanya tersebut bisa dilihat di akun media sosial instagram @bpn.projex yang memiliki empat belas ribu pengikut.

Horas menambahkan bahwa selama masa pandemi ini, dia sama sekali belum pernah mendapat bantuan khususnya pemerintah.

“Jadi sebenarnya ada harapan semacam sponsor masuk atau apapun itu berupa dana yang mungkin bisa ngebantu aku ngeproduksi lanjutan filmku,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan bahwa sekarang sementara menggarap film untuk lomba Kaltim Film Festival yang dilaksanakan akhir bulan November.

Untuk lomba tersebut, Horas mengangkat tema “Kearifan Lokal di Kalimantan Timur”.

Baca juga: Gerakan Seniman Masuk Sekolah Ramaikan GOR Dwikora Nunukan, 20 Peserta Ikut Ambil Bagian

Alasan dia memilih tema ini karena dari beberapa pilihan tema yang diberikan penyelenggara dia tertarik dengan kearifan lokal apalagi itu sudah membudaya di masyarakat.

Dia berharap bisa menang dalam lomba tersebut sehingga hadiah lomba bisa dipakai untuk menggarap film baru tanpa menggunakan dana pribadinya lagi.

“Nggak mau pakai dana pribadi dulu untuk sekarang karena buat jaga-jaga, masih belum tahu status pandemi kan tiba-tiba nanti ada PPKM repot lagi deh nggak punya uang simpanan,” ucapnya. (*)