Berita Balikpapan Terkini

15 Ribu Pedagang di Balikpapan Bakal Tempati Kawasan Zona PKL

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi Pedagang Kaki Lima yang berjualan di trotoar atau bahu jalan di Kota Balikpapan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sebanyak 15 ribu pedagang kaki lima akan diakomodir secara bertahap untuk menempati kawasan zona PKL di Balikpapan.

Sebagaimana diketahui, pemerintah Kota Balikpapan mulai saat ini mengkaji sejumlah lokasi yang akan dijadikan kawasan zona bagi PKL di Kota Minyak.

Hal ini dilakukan untuk menertibkan keberadaan sejumlah PKL agar lebih tertata, sehingga lebih mudah untuk diberdayakan.

Tentunya, sesuai dengan Peraturan Daerah tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang baru saja disahkan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Arzaedi Rachman mengatakan, saat ini masih mengkaji sejumlah lokasi dengan menyesuaikan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Baca juga: Pedagang Kaki Lima dan Pemilik Warung Bisa Dapat Bantuan Tunai Rp 1,2 Juta, Berikut Cara & Syaratnya

Baca juga: Polda Kaltim Salurkan 10 Ton Beras dan Uang Tunai Rp 1,5 Juta ke Pedagang Kaki Lima di Kota Bontang

Baca juga: Cara Dapat Bantuan Rp 1,2 Juta untuk Pedagang Kaki Lima hingga Pengusaha Warteg, Ada 4 Syarat

“Masih dikaji titik-titik mana yang akan dijadikan lokasi PKL. Zonanya akan ditetapkan melalu Perwali," ujarnya, Sabtu (20/11/2021).

Dengan adanya lokasi zona, maka PKL yang melanggar dengan berjualan di luar zona yang ditetapkan akan diberi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

"PKL yang liar akan digiring ke kawasan yang diperuntukkan untuk para PKL. Zonasi penempatan untuk PKL akan dilihat dari jumlah PKL yang ada di Kota Balikpapan,” terangnya.

Untuk saat ini, jumlah PKL yang sudah terdata di Dinas Perdagangan Kota Balikpapan tercatat mencapai sekitar 15.000 pedagang.

Para PKL tersebut rencannya akan diakomodir secara bertahap untuk menyesuaikan dengan zona yang telah ditetapkan.

Dinas Perdagangan Kota Balikpapan akan melakukan inventarisasi ulang jumlah PKL di setiap kecamatan di kota Balikpapan. Setelah diktahui jumlah PKL di setiap kecamatan, zonasi untuk PKL akan ditetapkan. Sebab, jumlah PKL dan zonasi itu harus sinkron.

Baca juga: NEWS VIDEO Dikira Sedang Didemo, Jokowi Datangi Pedagang Kaki Lima dan Beri Tambahan Modal

“Kita akan lihat kawasan yang ditetapkan sudah bisa mengakomodir PKL belum, jangan sampai nanti penetapan zonasi untuk PKL tidak sesuai dengan jumlah PKL," kata Arzaedi.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Satpol PP Kota Balikpapan tetap melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di fasilitas umum.

Petugas Satpol PP memang memiliki agenda rutin untuk melakulan penertiban. Terutama terhadap PKL yang berjualan tidak sesuai dengan tempatnya.

Hal ini dalam rangka penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Balikpapan Nomor 1 Tahun 2021 perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum. (*)