Berita Kaltara Terkini

PWNU Kaltara Bersuara soal Muktarmar ke 34 NU, Minta Mundur Sampai 2022

Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua PWNU Kaltara Undunsyah mengatakan, bahwa sebaiknya muktamar diundur bukan karena persoalan siap dan tidak siap.

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Polemik jadwal pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) masih terus bergulir.

Sejumlah pihak meminta muktamar dipercepat pada 17 Desember 2021, sedangkan pihak lainnya menginginkan muktamar diundur hingga Januari 2022.

Salah satu yang setuju bahwa muktamar ditunda hingga 2022 adalah PWNU Kalimantan Utara (Kaltara).

Ketua PWNU Kaltara Undunsyah mengatakan, bahwa sebaiknya muktamar diundur bukan karena persoalan siap dan tidak siap.

Baca juga: Keuskupan Agung Samarinda Kunjungi PWNU Kaltim, Bukan Sekedar Silaturahmi Formal

Baca juga: PWNU Kaltim Dukung Kebijakan Walikota Samarinda

Baca juga: PWNU Kaltim Minta Pelaksanaan Pilkada Ditunda, Fauzi Bahtar Beberkan Alasannya

"Tapi demi kepentingan umat, sebab selain karena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, juga persoalan teknis kami yang berada di luar Jawa, mulai transportasi yang mahal, terbatas, dan susah medannya," kata Undunsyah kepada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Dia meminta jangan membayangkan transportasi di Kaltara seperti di Jawa yang setiap saat bisa berangkat.

"Tapi di sini harus naik pesawat dan kapal antar kabupaten ke ibu kota provinsi. Dan saat bulan Desember pasti mahal dan belum tentu kebagian tiket kalau tidak pesan jauh-jauh hari," kata Undunsyah.

Selain itu, lanjut Undunsyah, Muktamar NU kali ini adalah perhelatan keumatan dan kekhidmatan.

Baca juga: Prediksi PWNU Jatim Kapan Lebaran 2019 Tiba, Begini Cara Penentuan 1 Syawal 1440 H

"Maka dibutuhkan kehadiran seluruh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PW dan PCNU) se- Indonesia, bukan hanya di Jawa. Tidak hanya pengurus inti tapi juga yang lainnya," katanya

Dia menegaskan sebaiknya muktamar bukan bicara kalah menangnya kandidasi Ketua PBNU, melainkan ada pertimbangan kekompakan dengan sesama pengurus saat menghadiri muktamar yang hanya lima tahun sekali.

"Kami berharap seluruh PW dan PCNU se Indonesia bisa menghadiri, bukan hanya pulau Jawa. Kekompakan pengurus lebih utama bagi kami yang di daerah," ujar Undunsyah.

Sebagai warga NU, jangan egois memikirkan kepentingan muktamar, tapi mengesampingkan kepentingan umat lain yang butuh kenyamanan.

Baca juga: Inilah Guyonan-guyonan yang tak Terlupakan Selama Muktamar NU

"Apalagi melawan kebijakan pemerintah yang melarang adanya kegiatan yang melibatkan orang banyak," pungkasnya. (*) 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Demi Kepentingan Umat, PWNU Kaltara Dorong Muktamar ke-34 NU Diundur hingga 2022