Berita Kukar Terkini

Tempat Uji KIR Bakal jadi BLUD Kukar, Sekda Sunggono Nilai Berpotensi Besar

Penulis: Aris Joni
Editor: Budi Susilo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tempat uji Kir Dishub Kukar di Tenggarong, Kutai Kartanegara. Perlu diketahui, uji kir secara definisi merupakan aktivitas meneliti dalam melihat kelayakan dan menguji penampilan dari kendaran yang dilihat dari sisi teknisnya, Senin (6/12/2021).

TRIBUNAKLTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berencana akan menyiapkan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Fungsi dari badan itu untuk uji kir di Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar.

Perlu diketahui, uji kir secara definisi merupakan aktivitas meneliti dalam melihat kelayakan dan menguji penampilan dari kendaran yang dilihat dari sisi teknisnya.

Karena itu, uji kir tersebut untuk melihat secara mendalam, apakah kendaraan tersebut masih layak jalan atau tidak.

Baca juga: Sekda Kukar Sunggono Harap Kepala Dinas Perkim Bisa Wujudkan Tenggarong Sebagai Kota Layak Huni

Baca juga: PR Disperkim Kukar hingga Tahun 2023, Sekda Sunggono: Atasi Kemiskinan dan Perbaiki Sanitasi

Baca juga: Sekda Sunggono Klaim Kukar Bukan Daerah Penyangga Ibu Kota Negara RI di Penajam

Disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono kepada TribunKaltim.co di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (6/12/2021).

Dia mengatakan, ujir kir tersebut memiliki peluang atau potensi yang cukup besar.

Dan dirinya memastikan bahwa di Indonesia belum ada uji kir dengan konsep BLUD Kukar.

Bahkan, dirinya juga berkeinginan dj BLUD uji kir tersebut dapat disediakan bengkel dan tomo sparepartnya.

Baca juga: Sekda Kukar Sunggono Minta Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19

Potensinya sangat besar, terus contohnya yang jadi masalah di uji kir itu ada warga mau uji kir kendaraannya disitu, tapi kemudian salah satu lampunya mati.

Dia harus pergi dulu keluar cari bengkel yang jual lampu kan.

Nah, rencananya di situ disiapkan bengkelnya, disiapkan toko sparepartnya dan cuci mobil kendaraannya.

"Jadi itu namanya menjadi bisnis ikutan, core bisnisnya adalah Kir tapi bisnis ikutannya yang sangat banyak potensinya," jelasnya.

Baca juga: Sekda Kukar Sunggono Terima Penghargaan dari Tribun Kaltim, Daerah Inovatif Digital Society 2021

Sunggono juga menjelaskan, tidak harus adanya penyertaan modal, pasalnya BLUD tersebut sebenarnya pembiayaannya sudah ada.

Tinggal bagaimana nanti pembiayaan itu menjadi nilai tambah untuk keberlanjutan kegiatan usahanya.

"Misalnya kir itu kalau memang sudah jadi BLUD itu bisa memberikan nilai tambah, tapi tidak ada pembiayaan tambahan," ungkapnya. (*)