Berita Balikpapan Terkini

BI Balikpapan Beber Warga Kurang Menjaga dan Merawat Rupiah

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pemaparan salah satu pemateri perwakilan dari BI Balikpapan di kegiatan 'Ngobrol Bareng Wartawan', Selasa (7/12/2021) malam di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada Selasa 7 Desember 2021 malam, Bank Indonesia (BI) mengajak para pewarta di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Yakni untuk berdiskusi dan memaparkan pemahaman mengenai penggunaan QRIS dan juga "Cinta, Bangga dan Paham Rupiah".

Cinta, Bangga dan Paham Rupiah menjadi topik yang penting untuk kembali dapat disosialisasikan kepada masyarakat.

"Cinta Rupiah diuraikan dengan 3 pemahaman, yaitu Mengenali, Merawat dan Menjaga," ungkap Dharma Mulya selaku Kepala Seksi Unit Pengelolaan Uang Rupiah.

Baca juga: BI Balikpapan Gelar Pelatihan Marketing Online dan Pengenalan QRIS untuk Wanita Matilda

Baca juga: Tingkatkan Literasi Rupiah dan Jiwa Kreatif, BI Balikpapan Gelar Sekolah Peduli Rupiah

Baca juga: BI Balikpapan Gelar Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah di Lanal Balikpapan

Dharma juga menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia kurang dapat menjaga dan merawat rupiah. 

Karena dalam beberapa fakta membuktikan Uang Rupiah masih saja dilipat dan diremas.

"Bangga Rupiah diuraikan sebagai berikut, bangga sebagai simbol kedaulatan negara, bangga sebagai alat pembayaran yang sah dan bangga sebagai pemersatu bangsa," tandasnya.

Definisi Bangga Rupiah ini merujuk pada sejarah dan asal-usul rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

"Paham Rupiah diuraikan dengan pemahaman seperti, bertransaksi, berbelanja, dan berhemat," jelasnya.

Baca juga: Keunggulan Transaksi Non Tunai, Bantu Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah, BI Balikpapan Gelar Fentabi

Hal ini merujuk pada fungsi Rupiah sebagai alat bertransaksi dalam jual-beli barang maupun jasa yang bermacam jenisnya di Indonesia.

Pada tahun 2021 ini, masih ditemukan kasus Uang Palsu yang dianggap tidak menghormati Uang Rupiah Asli.

"Masih saja ada yang memalsukan Rupiah, di Balikpapan sendiri ditemukan sebanyak 300 lembar Uang Palsu (Upal) yang beredar di masyarakat," pungkas Dharma.

Hal ini menunjukkan bahwa proses pemalsuan tersebut tidak sesuai dengan semboyan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah yang digadang oleh BI. (*)